SIAK | Garda45.com – Polres Siak memperketat pengamanan keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, selama libur Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kemacetan, serta potensi tindak kriminal di kawasan pelabuhan.
Pengamanan terlihat di Pos Pelayanan (Posyan) Pelabuhan Tanjung Buton pada Jumat (2/1/2026). Sejak pukul 10.00 WIB, personel kepolisian disiagakan untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap aktivitas penumpang dan kendaraan. Fokus utama diarahkan pada pengaturan arus lalu lintas, ketertiban naik-turun penumpang, serta pencegahan kejahatan.
Patroli dilakukan secara intensif dengan metode berjalan kaki menyisir setiap area yang dinilai rawan. Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung Kepala Posyan Pelabuhan Tanjung Buton, Ipda Muhammad Suwanto, bersama empat personel Polres Siak.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di titik strategis pelabuhan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan kamtibmas, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
“Kami memastikan masyarakat dan para pemudik merasa aman dan terlindungi. Personel ditempatkan di lapangan untuk melakukan pengawasan sekaligus memberikan pelayanan,” ujar AKBP Eka Ariandy Putra.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Siak, AKP A. Ramadhan, menyampaikan bahwa pengamanan di Pelabuhan Tanjung Buton juga difokuskan pada kelancaran lalu lintas di sekitar area pelabuhan yang rawan kepadatan, terutama saat jam keberangkatan dan kedatangan kapal.
“Pelabuhan Tanjung Buton merupakan titik dengan aktivitas tinggi. Personel kami melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan memastikan arus kendaraan serta penumpang berjalan tertib,” jelas AKP Ramadhan.
Kehadiran aparat kepolisian di pelabuhan mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang penumpang kapal, Andi (34), mengaku merasa lebih tenang saat melakukan perjalanan bersama keluarga.
“Dengan adanya polisi yang berjaga, kami merasa lebih aman, apalagi membawa keluarga dan barang bawaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sri (42), warga sekitar pelabuhan. Ia menilai patroli rutin yang dilakukan polisi membuat suasana pelabuhan lebih tertib dan terkendali.
“Polisi sering berkeliling dan memberi imbauan. Situasi jadi lebih teratur,” katanya.











