PEKANBARU | Garda45.com – Warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang turun langsung meninjau lokasi banjir, Jumat (2/1/2026) malam. Kehadiran orang nomor satu di Pekanbaru itu dinilai memberi harapan di tengah persoalan banjir yang kerap berulang setiap musim hujan.
Sejumlah warga mengaku, banjir di kawasan Jalan Sekolah Gg.Arwana bukan peristiwa baru. Setiap hujan deras turun, air dengan cepat menggenangi permukiman hingga masuk ke dalam rumah.
“Kalau hujan, air sudah naik. Kadang sampai ke ruang tamu, barang-barang harus kami angkat,” kata Fitri, warga Jl. Sekolah Gg. Aewana, Jumat malam.
Fitri menyebut, warga sudah lama menyuarakan persoalan banjir di wilayah tersebut. Namun baru kali ini Wali Kota Pekanbaru turun langsung melihat kondisi di lapangan pada malam hari.
“Kami bersyukur Pak Wali Kota langsung datang. Kami berharap ada solusi nyata ke depan supaya daerah kami tidak banjir lagi setiap hujan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi, warga lainnya. Ia mengatakan banjir bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak dan lansia.
“Kalau banjir, jalan tidak bisa dilewati, anak-anak susah ke sekolah, orang tua juga khawatir. Kami ingin masalah ini benar-benar dituntaskan,” ungkapnya.
Sementara itu, Yanti, ibu rumah tangga di Jalan Arwana, berharap pemerintah tidak hanya datang saat banjir terjadi, tetapi juga merealisasikan solusi jangka panjang.
“Kami tidak minta muluk-muluk, asal ada upaya nyata. Jangan setiap tahun kami menghadapi masalah yang sama,” katanya.
Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan banjir yang terjadi dipicu curah hujan tinggi yang turun sejak siang hingga malam hari. Ia menyebut, genangan di Jalan Arwana memang cepat surut, namun tetap perlu penanganan serius.
“Saya meninjau beberapa titik yang tergenang karena hujan cukup tinggi dan lama. Di sini banjir, tapi cepat surutnya,” kata Agung di lokasi.
Agung menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan dialog dengan warga, salah satu solusi yang akan diupayakan adalah pembangunan pintu air untuk menahan limpasan air dari Sungai Siak.
“Air sering naik karena permukaan Sungai Siak lebih tinggi dari kawasan ini. Pintu air menjadi salah satu solusi agar air sungai tidak masuk ke permukiman,” jelasnya.
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga berencana melakukan normalisasi sungai dengan menggunakan alat yang lebih kecil agar lebih efektif menjangkau aliran sempit di kawasan permukiman.
Tak hanya di Meranti Pandak, Wali Kota Pekanbaru juga meninjau sejumlah titik genangan lain, di antaranya Jalan Tirto Nadi, Rumbai, serta Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, yang disebut membutuhkan pembangunan turap untuk mencegah luapan air.
Agung mengakui hujan sepanjang hari menyebabkan beberapa titik genangan dan kemacetan di Pekanbaru, meski tidak separah kejadian banjir sebelumnya. Ia memastikan pemantauan akan terus dilakukan bersama jajaran terkait.
“Kami akan terus monitor kondisi di lapangan. Setiap masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi kami,” tutup Agung.











