Politik

Jalan Soebrantas Dipersiapkan Jadi Pintu Utama Tol Lingkar Pekanbaru

20
×

Jalan Soebrantas Dipersiapkan Jadi Pintu Utama Tol Lingkar Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. ( Foto : G45/Diskominfo)

PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Provinsi Riau mulai mematangkan rencana pelebaran Jalan Soebrantas, Kota Pekanbaru, menyusul penyelesaian Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang ditargetkan rampung pada 2026. Langkah ini diarahkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan saat tol tersebut mulai beroperasi penuh.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan, Jalan Soebrantas akan menjadi salah satu titik keluar utama kendaraan dari berbagai arah, termasuk Dumai, Rengat, dan Kampar. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan serius jika tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan.

“Untuk menghadapi dan mengantisipasi lonjakan di Jalan Soebrantas sebagai dampak Jalan Tol Lingkar, tahun 2026 Pemprov Riau akan melakukan pelebaran Jalan Soebrantas Pekanbaru,” kata SF Hariyanto, Jumat (2/1/2026).

Pelebaran Jalan Soebrantas tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan bertahap dan berbasis segmen. Pemprov Riau memprioritaskan titik-titik yang selama ini menjadi simpul kemacetan dan kawasan dengan aktivitas lalu lintas tinggi.

Segmen yang akan dilebarkan meliputi kawasan depan Kampus Universitas Riau, depan Rumah Sakit Jiwa Tampan, serta depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Pada titik-titik tersebut, lebar jalan direncanakan mencapai 14 meter.

SF Hariyanto menegaskan, pelaksanaan proyek sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Namun demikian, kesiapan infrastruktur tetap menjadi keharusan, terlepas dari keterbatasan fiskal.

“Jadi suka tidak suka, ada uang atau tidak ada uang, kita harus siap. Berapa pun anggaran yang tersedia, pelebaran tetap dikerjakan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Selain pelebaran pada segmen utama, Pemprov Riau juga akan mengintegrasikan jalur lambat yang telah lebih dahulu dibangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru di sepanjang Jalan Soebrantas. Jalur lambat di sisi kanan dan kiri jalan akan disatukan dengan jalur utama guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas.

Dalam proses integrasi tersebut, sejumlah fasilitas penunjang seperti tiang listrik akan direlokasi. Pemerintah juga akan melakukan perbaikan badan jalan agar seluruh lajur dapat difungsikan secara optimal.

“Jalan Soebrantas itu sudah memiliki jalur lambat. Nanti kita satukan, tiang listrik kita pindahkan dan diperbaiki. Harapannya, satu jalur bisa dilewati hingga tujuh mobil,” jelasnya.

Jalan Soebrantas selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi di Pekanbaru, menghubungkan pusat kota dengan kawasan pendidikan, permukiman, dan akses menuju luar daerah. Dengan beroperasinya Tol Lingkar Pekanbaru, beban lalu lintas di ruas ini diperkirakan meningkat tajam, terutama pada jam sibuk.

Pemprov Riau menilai pelebaran Jalan Soebrantas merupakan langkah strategis untuk mencegah kemacetan kronis, sekaligus menjaga kelancaran distribusi orang dan barang di ibu kota provinsi. Proyek ini akan disesuaikan dengan tahapan anggaran dan pelaksanaan teknis di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *