Pendidikan

92 Ruang Kelas Baru Dibangun, Pemkab Kukar Perkuat Fondasi Pendidikan

15
×

92 Ruang Kelas Baru Dibangun, Pemkab Kukar Perkuat Fondasi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan capaian pembangunan sektor pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara sepanjang tahun 2025 Jumat (2/1/25). (Foto : G45/CT)

TENGGARONG | Garda45.com – Sebanyak 92 ruang kelas baru telah dibangun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) hingga pertengahan tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat pembangunan 57 ruang kelas.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan, peningkatan jumlah ruang belajar menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi menciptakan proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik di seluruh wilayah Kukar.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan anak-anak Kukar mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Ruang kelas yang layak menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Aulia, Rabu (31/12/2025).

Selain pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, Pemkab Kukar juga memperluas akses pendidikan melalui penyediaan Bus Sekolah, khususnya bagi pelajar di wilayah yang memiliki keterbatasan transportasi. Program ini ditujukan untuk menekan angka ketidakhadiran siswa serta memastikan hak pendidikan dapat diakses secara merata.

Dukungan terhadap program nasional juga menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 214 sekolah di Kutai Kartanegara telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemerintah daerah berkomitmen menyukseskan program makan bergizi gratis. Kami ingin seluruh sekolah dan peserta didik di Kukar benar-benar merasakan dampaknya,” kata Aulia.

Di bidang digitalisasi pendidikan, Pemkab Kukar mulai mendorong integrasi teknologi pembelajaran. Saat ini, satu sekolah telah terhubung langsung dengan ekosistem Google, dan jumlah sekolah kandidat akan terus ditingkatkan seiring kesiapan infrastruktur dan sumber daya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, mengakui belum semua program pendidikan dapat menjangkau seluruh sekolah. Keterbatasan anggaran serta belum meratanya sumber daya manusia menjadi tantangan utama.

“Namun kami terus berupaya secara bertahap. Walaupun belum sepenuhnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat mendukung sekolah dan para guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang layak,” jelas Pujianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *