Diduga Lakukan Praktik Perjudian, Team LIBAS Segera Laporkan Swalayan Mandiri Pangkalan Kerinci, Kapolres Tak Jawab Hanya Kirim Link Berita

PEKANBARU, Garda45.com – Dugaan Praktik perjudian ilegal milik Swalayan Mandiri pangkalan Kerinci viral diberbagai media sosial namun pihak kepolisian dinilai hanya diam tanpa ada penindakan.

Infomadi yang beredar, Mandiri Swalayan Pangkalan Kerinci diduga sebagai mafia judi gelper yang berpusat di kota Pekanbaru dan memiliki beberapa cabang, salah satunya Swalayan mandiri yang berada di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Dugaan tempat perjudian yang bermoduskan gelanggang permainan tersebut diketahui telah beroperasi selama bertahun-tahun namun tidak tersentuh Hukum.

Menanggapi informasi tersebut, jajaran Dpp Team LIBAS dipimpin oleh ketua umum, Elwin Ndruru, turun kelokasi melakukan investigasi guna memastikan informasi yang telah beredar ditengah-tengah masyarakat maupun berita diberbagai sosial media telah viral.

Ketua umum Dpp Team LIBAS menerangkan, bahwa dalam investigasi yang dilakukan pihaknyapun menemukan adanya praktik perjuadian yang bermoduskan gelanggang permainan (Gelper)

“Benar, kami dari organisasi Team LIBAS (Light Independent Bersatu- Indonesia) pada hari ini, Sabtu, 4 Mei, 2024, turun langsung kelokasi untuk memastikan kebenaran atas berita yang beredar dan ternyata benar, bahwa swalayan mandiri pangkalan kerinci Kabupaten Pelalawan Riau diduga menyediakan arena perjudian diduga illegal. Disini kita menemukan beberapa mesin elektronik jenis permainan highs domino sedang beroperasi dan ada dua buah meja mesin tembak ikan-ikan, “terang Elwin.

Lebih jauh Elwin menerangkan, bahwa Swalayan Mandiri tersebut merupakan tempat perbelanjaan umum dengan basis ruko 2 lantai.

“Lantai pertama sebagai tempat perbelanjaan bahan pokok, peralatan rumah tangga, kosmetik dan lain sebagainya, sementara lantai 2 dibagi menjadi dua sisi yaitu, sisi pertama sebagai tempat bermain anak-anak dan sisi sebelah bagian dalam itu sebagai tempat sejumlah mesin permainan elektronik. Kemudian, untuk mendapatkan informasi lebih detail kamipun mempertanyakan kepada karyawan yang bertugas sebagai kasir, salah satu karyawan menjelaskan, bahwa pada permainan ini sistem beli koin, harga 1 koin Rp.1000 rupiah, kalau menang sebanyak 350 koin maka ditukar dengan 1 slop rokok Sampoerna, “tutur Elwin.

“Kami melakukan penelusuran lebih lanjut terkait perizinan yang dimiliki, dan bertemu dengan Ronal selaku manager swalayan mandiri, ronal pun terkesan berupaya mengelabui kami dengan mengatakan “ini bukan perjudian, hanya permainan” sambil menunjukkan perizinan yang ada didalam ruang kerja. Ketika kita membaca surat izin yang diperlihatkan, didalam surat tersebut hanya tercantum Arena Permainan, sementara, Swalayan Mandiri Pangkalan Kerinci ini terlihat secara terang-terangan melakukan praktik perjudian didalamnya yang diduga kuat illegal,” tambahnya.

Dikatakan Elwin lagi, Ketika Ronal dipertanyakan soal meja yang merupakan mesin tembak ikan-ikan sebagai alat praktik perjudian, Ronal pun bungkam.

“Saya tanya ke Ronal, Apakah pihak pemerintah Kabupaten Pelalawan seperti Satpol PP dan pihak kepolisian mengetahui adanya aktifitas gelper didalam swalayan mandiri ini ? Ronal selaku manager tidak dapat menjawab, selain mengatakan “soal itu saya kurang tahu, yang mengetahui itu hanya bos yang ada di Pekanbaru.” Beber Elwin.

Kapolre Pelalwan AKBP Suwinto, SH, S.I.K, dikonfirmasi Garda45.com, Minggu (5/5/24) terkait dugaan pretek perjudian bermoduskan Gelper di Swalayan Mandiri, bukan menjawab dan menanggapi konfirmasi media ini, namun orang nomor satu di Polres Pelalawan itu justeru mengirim link sebuah berita.

Seputar praktik perjudian yang diduga sengaja disediakan oleh swalayan mandiri, Elwin selaku ketua umum Dpp Team LIBAS (Organisasi Light Independet Bersatu-Indonesia) menegaskan, pihaknya segera melayangkan laporan resmi kepada Kapolres Pelalawan.

“Kami sebagai lembaga control sosial segera melayangkan laporan ke Polres Pelalawan terkait adanya praktik perjudian diwilayah hukum Polres Pelalawan agar perjudian tersebut segera ditertipkan sebab ini sudah sangat meresahkan masyarakat, dan kita desak pihak kepolisian segera menangkap pelaku usahanya. Sebab, yang namanya perjudian apapun bentuk nya, itu merupakan tindak pidana melawan hukum. Dan apabila kita menemukan ada oknum yang terlibat melindungi maka, segera kita laporkan. Kami juga minta dukungan dari seluruh elemen masyarakat mauppun rekan-rekan media agar segala kejahatan yang dilakukan para mafia hukum diprovinsi riau ini dapat kita ungkap,” tegasnya.

KEND ZAI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *