Banner Website
Nasional

330 Korban Jiwa, 13 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi Pascabanjir Bandang

69
×

330 Korban Jiwa, 13 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi Pascabanjir Bandang

Sebarkan artikel ini
330 Korban Jiwa, 13 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi Pascabanjir Bandang
Kondisi Salah Satu Pemukiman Warga Pasca di Landa Banjir dan Longsor di Sumut (G45/Net).

SUMATRA UTARA | Garda45.com Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara terus bertambah. BPBD Sumut mencatat hingga Minggu (7/12/2025), total korban jiwa telah mencapai 330 orang, tersebar di 12 dari 18 kabupaten/kota terdampak.

“Hari ini bertambah 12 jiwa. Total tercatat 330 warga meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni.

Daerah dengan korban tertinggi yakni Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 102 jiwa meninggal, disusul Tapanuli Selatan 85 jiwa, dan Tapanuli Utara 36 jiwa. Kota Sibolga mencatat 53 jiwa meninggal, sementara wilayah lain seperti Humbang Hasundutan, Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Medan, Langkat, Deli Serdang, Nias, dan Nias Selatan juga melaporkan korban jiwa.

Sri menegaskan kondisi di lapangan masih jauh dari pulih. Sebanyak 13 kecamatan masih terisolasi karena akses jalan terputus total.

“Sudah hampir dua pekan, 13 kecamatan masih terisolasi. Terbanyak di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD:

– Tapanuli Utara: Adian Koting dan Parmonangan

– Tapanuli Tengah: 11 kecamatan terisolasi, yakni Sosor Gadong, Sorkam, Kolang, Sitahuis, Lumut, Badiri, Tukka, Pasaribu Tobing, Pinang Sori, Sibabangun, Tapian Nauli

Sri menjelaskan, pengiriman bantuan ke wilayah itu hanya bisa dilakukan melalui jalan kaki dan helikopter. Pasokan yang diterima masyarakat sebagian besar disalurkan melalui dapur umum kecamatan untuk memastikan distribusi lebih merata.

“Belum bisa dilalui kendaraan. Di Adian Koting bantuan diturunkan lewat helikopter dan dibawa personel TNI berjalan kaki,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, menyebut data korban terus berkembang. Sebelumnya tercatat 318 meninggal, 123 hilang, 647 luka-luka, dan lebih dari 37 ribu warga mengungsi.

BPBD menegaskan proses pencarian korban dan pemulihan akses akan terus diperkuat bersama TNI, Polri, dan lembaga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *