BANDA ACEH | Garda45.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan kondisi pemulihan di daerah terdampak banjir Aceh masih menghadapi kendala serius, terutama terkait akses air bersih. Dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Pos Pendamping Nasional Bencana Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025), ia menyebut sejumlah sumber air bersih ikut terendam banjir.
“Air bersih masih sulit didapat karena sumbernya ikut terendam. Daerah terdampak seperti Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, hingga Lhokseumawe, serta Bireuen, Pidie Jaya, dan Bener Meriah terus dilakukan perbaikan,” kata Suharyanto.
Selain air bersih, gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) sempat terjadi terutama di Aceh Tamiang, wilayah yang disebut paling parah terdampak. Tujuh SPBU di daerah itu sempat tak beroperasi.
“Tiga dari tujuh SPBU sudah kembali beroperasi. Empat lainnya masih dalam perbaikan,” jelasnya.
Suharyanto juga melaporkan masih adanya wilayah terisolasi di Bener Meriah dan Aceh Tengah sehingga distribusi BBM harus dilakukan melalui udara.
“BBM dikirim lewat udara dari Kualanamu menggunakan pesawat Hercules. Ada syarat khusus, drumnya harus baru dan segelnya utuh,” ujarnya.
Presiden Prabowo menanyakan secara rinci titik pendaratan logistik.
“Di mana mendaratnya?” tanya Presiden.
“Mendarat di Bener Meriah, di Bandara Rembele,” jawab Suharyanto.
“Itu Hercules bisa mendarat?” sahut Presiden, yang kemudian dibenarkan oleh Kepala BNPB.
Upaya percepatan distribusi BBM dan LPG, kata Suharyanto, terus digenjot agar kebutuhan dasar penyintas dapat terpenuhi. Sebagian besar SPBU telah kembali beroperasi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.








