Peristiwa

Banjir Kepung Kemuning, 243 KK di Dua Desa Inhil Terdampak

79
×

Banjir Kepung Kemuning, 243 KK di Dua Desa Inhil Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Kepung Kemuning, 243 KK di Dua Desa Inhil Terdampak
Akses jalan desa di Kecamatan Kemuning terputus akibat banjir yang belum surut. (G45/rir)

PEKANBARU | Garda45.com – Banjir kembali melanda Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Luapan sungai merendam dua desa dan berdampak langsung terhadap ratusan kepala keluarga, Senin (15/12/25).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal, menyebut Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis menjadi wilayah terdampak paling parah. Total sebanyak 243 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak banjir.

“Tim BPBD Kabupaten Inhil sudah turun ke lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan warga,” ujar Edy, Senin (15/12/2025).

Di Desa Lubuk Besar, genangan air merendam permukiman warga dan memaksa 188 KK meninggalkan rumah mereka. Sementara di Desa Limau Manis, banjir berdampak pada 55 KK, dengan ketinggian air dilaporkan sudah masuk ke dalam rumah warga dan mengganggu aktivitas harian.

Meski seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, hingga kini belum didirikan posko pengungsian. Warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat terdekat.

“Untuk sementara warga mengungsi mandiri ke rumah keluarga,” jelas Edy.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Kemuning selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman dan sejumlah akses jalan warga.

Selain Indragiri Hilir, BPBD Riau juga mengingatkan potensi banjir di wilayah lain. Sejumlah desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berada di sepanjang bantaran Sungai Rokan disebut berpotensi terdampak seiring terus meningkatnya debit air sungai.

BPBD Riau mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar tetap waspada, memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika situasi memburuk.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir,” tutup Edy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *