PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Riau. Ancaman banjir dan tanah longsor diperkirakan terus membayangi Kota Pekanbaru seiring tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan terjadi hingga awal 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru memastikan kesiapan anggaran dan sarana pendukung penanggulangan bencana.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) lebih dari Rp40 miliar yang siap digunakan sewaktu-waktu.
“Hari ini ada Rp40 miliar lebih anggaran BTT yang standby di Pemerintah Kota Pekanbaru,” kata Agung, Rabu (17/12/25).
Ia memastikan, anggaran tersebut masih utuh dan belum mengalami pemotongan. Dana BTT disiapkan khusus untuk merespons kondisi darurat, terutama yang berkaitan langsung dengan bencana alam dan musibah lainnya.
“Saya ingin segala sesuatu yang berkaitan dengan bencana dan musibah, dananya harus distandby-kan,” tegasnya.
Selain kesiapan anggaran, Pemko Pekanbaru juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat jika bencana terjadi, mulai dari penanganan di lapangan hingga proses evakuasi warga.
Pemko turut menyiagakan sarana dan prasarana penunjang, terutama yang dibutuhkan saat banjir dan pengungsian. Pendataan terhadap kebutuhan mendesak terus dilakukan guna mengantisipasi dampak terburuk akibat cuaca ekstrem.
“Prediksi BMKG menyebutkan curah hujan cukup tinggi sampai Januari 2026. Karena itu, kita mendata dan menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan jika terjadi banjir, termasuk untuk pengungsian,” pungkas Agung.








