ACEH TAMIANG | Garda45.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pembangunan sumur bor air bersih di sejumlah wilayah Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Program ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan terdampak.
Pembangunan sumur bor diarahkan ke fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas warga, seperti tempat ibadah, fasilitas pendidikan, hunian sementara (huntara), pasar, kantor pemerintahan, hingga layanan kesehatan. Masjid, meunasah, pesantren, dan sekolah dipilih karena perannya yang vital dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan pascabencana tidak semata-mata soal perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.
“Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih tersedia, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026).
Pekerjaan pengeboran sumur air tanah telah dimulai sejak akhir Desember 2025 di berbagai titik. Hingga saat ini, satu titik sumur bor telah berfungsi di Masjid Simpang Lhee dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk kebutuhan jamaah.
Sementara itu, sejumlah lokasi lain di Kabupaten Aceh Tamiang telah memasuki tahap pengeboran. Lokasi tersebut meliputi Puskesmas Karang Baru, Puskesmas Tamiang Hulu, Puskesmas Sekerak, Puskesmas Bandar Pusaka, Puskesmas Kuala Simpang, dan Puskesmas Rantau.
Selain fasilitas kesehatan, pembangunan sumur bor juga dilakukan di Puskesmas Bendahara, Polindes Manyak Payed, Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah Karang Baru, Masjid Al Ikhlas Banda Mulia, Kantor Kecamatan Kuala Simpang, serta hunian sementara DPRK Aceh Tamiang.
Pondok Pesantren Darul Muchlisin Karang Baru, TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II Banda Mulia, dan Meunasah Meurandeh Manyak Payed turut menjadi sasaran program penyediaan air bersih tersebut.
Kementerian PU berharap keberadaan sumur bor air bersih ini dapat mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mencegah munculnya masalah kesehatan akibat keterbatasan akses air bersih pascabencana.











