BENGKULU | Garda45.com – Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah kawasan akibat hujan deras sejak Kamis (1/1/2026). Tenda pengungsian didirikan, mobil dapur umum diterjunkan, hingga perahu karet dikerahkan untuk membantu evakuasi dan kebutuhan warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, menyebut Perumahan Korpri di Kelurahan Bentiring menjadi wilayah dengan dampak banjir terparah. Petugas gabungan BPBD dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah disiagakan penuh di lokasi tersebut.
“Secara garis besar kami sudah berkumpul di Perumahan Korpri. Itu salah satu kawasan paling parah. BPBD dan Tagana sudah siaga untuk memberikan bantuan kepada warga,” ujar Made, Sabtu (3/1/2026).
Selain Perumahan Korpri, banjir juga merendam Jalan Tanggul Gang Merpati II di Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya. Di Kelurahan Rawa Makmur, genangan air menutup badan jalan sehingga akses lalu lintas terpaksa ditutup total.
BPBD Kota Bengkulu bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait langsung turun ke lapangan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta Tagana bahu-membahu melakukan penanganan darurat.
Petugas mendirikan tenda pengungsian, mengoperasikan mobil dapur umum, serta menyiapkan peralatan evakuasi. Di Perumahan Korpri, BPBD mengerahkan mobil dapur umum lengkap dengan perahu karet, perahu fiber, dan tenda pengungsian. Sementara di Perumahan Ejuka, tenda telah dipasang dan petugas bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga.
Terkait jumlah rumah terdampak, Made menjelaskan pendataan masih berlangsung karena ketinggian air terus berubah seiring hujan yang belum reda. Data sementara mencatat 35 rumah terendam di Perumahan Korpri, 60 rumah di Perumahan Ejuka, 20 rumah di Kelurahan Semarang, serta sekitar 50 rumah di Kelurahan Rawa Makmur.











