ACEH | Garda45.com – Longsor susulan kembali menerjang ruas jalan nasional penghubung Kabupaten Gayo Lues–Aceh Tenggara akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Jumat (2/1/2026) sore. Material longsor menutup badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas warga di jalur utama antarwilayah itu.
Merespons kondisi darurat tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, personel tanggap darurat dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan nasional menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Ia menilai jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai penopang utama aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
“Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami terus memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui dengan dukungan personel dan alat berat,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026).
Ia memastikan penanganan dilakukan secara maksimal agar aktivitas warga kembali normal. Kementerian PU menargetkan ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara dapat berfungsi sepenuhnya paling lambat 7 Januari 2026.
Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan bahwa penanganan difokuskan pada titik longsor dengan tingkat kerusakan paling parah. Ia menyebut segmen Tetumpun sepanjang 200 meter telah berhasil difungsionalkan kembali pada Sabtu (3/1/2026).
“Namun, pada segmen Tangsaran sepanjang sekitar 300 meter masih terdapat runtuhan dan longsoran material yang saat ini terus kami tangani,” kata Heri.
Secara keseluruhan, Kementerian PU mengerahkan ratusan personel dan sejumlah alat berat di berbagai titik rawan longsor di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.











