Pesawaran, Garda45.com – Suara warga Desa Bernung bergema kuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2027 yang digelar Pemerintah Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Forum tahunan ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil yang akan menentukan arah pembangunan desa ke depan, mulai dari infrastruktur dasar hingga penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).
Musrenbangdes yang berlangsung di Balai Desa Bernung pada Rabu (21/1/2026) tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan perempuan. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat perencanaan partisipatif yang menjadi fondasi pembangunan desa berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua BPD Desa Bernung, Muslim Badawi, yang mewakili Kepala Desa Bernung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan.
“Pembangunan yang kuat lahir dari aspirasi warga. Musrenbangdes menjadi wadah bersama untuk merumuskan prioritas sesuai kebutuhan nyata masyarakat Desa Bernung,” ujarnya.
Dalam sesi musyawarah, persoalan infrastruktur menjadi topik yang paling banyak disorot. Warga dari berbagai dusun secara bergantian menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan penghubung antar dusun yang rusak parah dan dinilai menghambat aktivitas sosial maupun roda perekonomian warga.
Selain jalan, kondisi balai dusun juga menjadi perhatian serius. Sejumlah balai dusun disebut telah mengalami kerusakan cukup berat dan membutuhkan perbaikan segera. Balai dusun dipandang sebagai pusat layanan publik sekaligus ruang sosial masyarakat, sehingga keberadaannya dinilai vital bagi kehidupan warga di tingkat dusun.
Persoalan rumah tidak layak huni turut mengemuka dalam forum tersebut. Warga Dusun Sukoharjo mengusulkan penanganan tiga unit rumah berbahan geribik yang kondisinya nyaris roboh dan berisiko membahayakan penghuninya.
Usulan serupa juga datang dari Dusun Taman Rejo yang mengajukan perbaikan RTLH serta perbaikan jalan dusun sepanjang kurang lebih 200 meter yang kini mengalami kerusakan cukup parah.
Sementara itu, Dusun Suka Negeri menyampaikan aspirasi yang lebih beragam, mulai dari perbaikan gapura dusun, pengadaan mesin pemotong rumput, penambahan kursi dusun, bantuan bibit tanaman beserta polibag, hingga permintaan untuk mengaktifkan kembali RISMA (Remaja Islam Masjid) yang selama ini vakum.
Seluruh usulan dari masing-masing dusun tersebut dicatat secara rinci dan dibahas bersama untuk kemudian disepakati sebagai skala prioritas pembangunan Desa Bernung Tahun 2027.
Kepala Desa Bernung, Deswan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbangdes. Ia menegaskan bahwa forum tersebut menjadi pintu awal penyusunan rencana pembangunan desa, baik fisik maupun sosial kemasyarakatan.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan perencanaan pembangunan tahun 2027 dan selanjutnya dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten,” ujar Deswan usai kegiatan.
Ia berharap usulan masyarakat Desa Bernung dapat memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah dan masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Pesawaran.
“Ini adalah aspirasi murni warga. Kami berharap dapat direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi banyaknya usulan terkait RTLH, Deswan mengakui bahwa persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah desa. Keterbatasan anggaran Dana Desa, terutama akibat penurunan signifikan pada tahun 2025, menjadi kendala utama dalam penanganannya.
“Kami menyadari masih ada rumah warga yang sangat tidak layak huni, namun kemampuan anggaran desa belum memungkinkan untuk menanganinya secara maksimal,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Desa Bernung berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Baznas Kabupaten Pesawaran untuk membantu program bedah rumah.
“Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki hunian warga, tetapi juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan stunting,” pungkas Deswan.
Sekretaris Camat Gedong Tataan, Ramadi, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbangdes Desa Bernung yang dinilai tertib dan partisipatif. Ia menyebut Desa Bernung sebagai desa pertama di Kecamatan Gedong Tataan yang menggelar Musrenbangdes tahun ini.
“Musrenbangdes merupakan forum strategis untuk menentukan skala prioritas pembangunan desa, terlebih dengan adanya perubahan pagu anggaran Dana Desa,” jelasnya.
Ramadi juga mendorong pemerintah desa agar terus mencari terobosan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), baik melalui kerja sama antarlembaga pemerintah maupun dengan pihak nonpemerintah.
Musrenbangdes Desa Bernung berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh hasil kesepakatan musyawarah akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 sebagai dasar pelaksanaan pembangunan ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan anggota BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader PKK, perwakilan kelompok perempuan, serta unsur Kecamatan Gedong Tataan, guna memastikan sinkronisasi program desa dengan kebijakan pemerintah daerah.**










