Banner Website
Peristiwa

Revitalisasi Miliaran Rupiah Tak Jamin Aman, Tangsi Belanda Siak Makan Korban

16
×

Revitalisasi Miliaran Rupiah Tak Jamin Aman, Tangsi Belanda Siak Makan Korban

Sebarkan artikel ini
Kondisi lantai dua Tangsi Belanda Siak yang ambruk. (G45/van).

SIAK | Garda45.com – Tempat wisata bersejarah di Kabupaten Siak berubah menjadi lokasi mencekam. Lantai kamar bagian atas Tangsi Belanda Siak di Kecamatan Mempura ambruk, Sabtu (31/1/2026) pagi, dan menimpa rombongan pelajar sekolah dasar yang tengah melakukan kegiatan study tour.

Peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat siswa SD IT Baitul Ridho Rawangkao, Kecamatan Lubuk Dalam, berada di area lantai dua bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut. Sekitar 10 siswa dilaporkan mengalami cedera dan langsung dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, sejumlah siswa lain serta satu orang guru mengalami luka ringan. Total peserta study tour diketahui berjumlah 55 siswa dengan pendamping sekitar 13 guru. Hingga siang hari, pihak rumah sakit masih melakukan observasi lanjutan terhadap kondisi para korban.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, berdasarkan laporan awal, runtuhnya lantai diduga akibat kondisi kayu bangunan yang telah rapuh dimakan usia dan rayap.

“Menurut laporan sementara, runtuhnya lantai dua Tangsi Belanda diduga karena papan kayu yang sudah lapuk. Kami masih melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspek perawatan bangunan cagar budaya menjadi perhatian serius dalam penyelidikan awal. Dugaan kurangnya perawatan oleh pemerintah daerah turut disorot dan masih didalami aparat kepolisian.

Diketahui, Tangsi Belanda Siak pernah dipugar oleh Dinas PUTR Kabupaten Siak pada 2018–2019. Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan program revitalisasi pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp 5,2 miliar. Namun, dari dua bangunan utama yang teridentifikasi, hanya satu unit—Gedung F di bagian belakang kompleks—yang direvitalisasi penuh, sementara bangunan lainnya hanya menyisakan tapak pondasi.

Pasca kejadian, Afni Zulkifli turun langsung meninjau lokasi kejadian bersama Kapolres Siak, sekaligus menjenguk para korban di RSUD Tengku Rafian Siak. Untuk sementara, objek wisata Tangsi Belanda ditutup guna kepentingan observasi dan penyelidikan.

Insiden ini memicu sorotan publik terkait keamanan bangunan bersejarah yang difungsikan sebagai objek wisata dan edukasi. Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cagar budaya di Kabupaten Siak agar kejadian serupa tidak terulang.

Tokoh Muda Siak, Juwana, menyatakan keprihatinannya dan meminta investigasi mendalam, bahkan audit forensik, guna memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian yang berujung pada jatuhnya korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *