PEKANBARU | Garda45.com – Bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih dipastikan tersedia dengan harga lebih rendah dari pasar melalui operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Riau menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau Taufiq OH melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Tetty Nurdianti menyampaikan, operasi pasar murah menjadi strategi utama untuk menjaga pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga di tengah masyarakat.
“Operasi pasar murah ini digelar merata di 12 kabupaten/kota. Tujuannya memastikan bahan pokok tersedia dan harga tetap terkendali menjelang Ramadhan dan Idulfitri,” ujar Tetty, Sabtu (31/1/2026).
Pada pekan pertama Februari, operasi pasar murah akan dilaksanakan di lima lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Februari 2026.
Di Kota Pekanbaru, pasar murah digelar di Halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit (2 Februari), Halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari (3 Februari), Fasum RW 16 Limbungan Barat (4 Februari), serta Halaman Kantor Lurah Industri Tenayan Raya (6 Februari). Sementara di Kabupaten Kampar, kegiatan dipusatkan di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim pada 5 Februari.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menegaskan operasi pasar murah merupakan langkah konkret menekan laju inflasi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
“Sesuai arahan Plt Gubernur, stabilitas harga dan pengendalian inflasi menjadi fokus. Jika pasokan melimpah di pasaran, harga akan stabil. Itu prinsipnya,” kata Ade.
Ia memastikan harga bahan pokok yang dijual lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, beras Anak Daro Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram, beras Sokan Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak Salvaco Rp21.000 per liter, minyak Palmco Rp16.000 per bungkus, dan Minyakita Rp15.500 per bungkus.
Selain itu tersedia garam Krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta tepung tapioka Rp8.000 per bungkus. Komoditas cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam dijual menyesuaikan harga petani dan kondisi pasar.
Setiap lokasi operasi pasar murah disiapkan pasokan harian yang memadai, mulai dari 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, masing-masing 40 karung beras Anak Daro kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram, serta jumlah yang sama untuk beras Sokan. Telur ayam disediakan sebanyak 50 papan per lokasi, ditambah cabai merah dan bawang merah.
Masyarakat diimbau datang sesuai jadwal dan mengantre dengan tertib. Operasi pasar murah dimulai pukul 08.00 WIB. Panitia juga mengajak warga membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik.









