Banner Website
Daerah

Tragedi Tangsi Belanda, Bupati Siak Hentikan Operasional Museum Dua Lantai

24
×

Tragedi Tangsi Belanda, Bupati Siak Hentikan Operasional Museum Dua Lantai

Sebarkan artikel ini
Bupati Siak Afni Zulkifli saat meninjau lokasi runtuhnya objek wisata bersejarah Tangsi Belanda, Sabtu (31/1/26). (G45/Ivan).

SIAK | Garda45.com – Ambruknya objek wisata bersejarah Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Sabtu (31/1/2026), memicu keprihatinan mendalam Pemerintah Kabupaten Siak setelah sejumlah pelajar menjadi korban dalam insiden tersebut.

Bupati Siak Afni Zulkifli menyatakan rasa prihatin atas musibah yang menimpa para siswa yang saat itu tengah melakukan kunjungan belajar ke Cagar Budaya Tangsi Belanda.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi anak-anak kita yang sedang kunjungan belajar ke Cagar Budaya Tangsi Belanda Kabupaten Siak,” ujar Afni.

Begitu menerima laporan kejadian, Afni langsung bergerak cepat dengan mengunjungi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Tengku Rafian sekaligus meninjau langsung lokasi runtuhnya bangunan bersejarah tersebut.

“Saya langsung melihat anak-anak di Rumah Sakit Tengku Rafian. Tercatat 10 siswa mendapatkan perawatan medis, enam di antaranya sudah dipulangkan, sementara satu siswa harus dirujuk untuk penanganan lanjutan ke rumah sakit di Pekanbaru,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Bupati Afni memutuskan menutup sementara seluruh objek wisata cagar budaya dan museum di Kabupaten Siak yang memiliki bangunan bertingkat.

“Untuk sementara, seluruh cagar budaya dan museum yang memiliki lantai dua kami tutup. Usia bangunan ini sudah mencapai satu hingga dua abad, sehingga perlu evaluasi menyeluruh,” tegas Afni.

Terkait penanganan lanjutan, Afni menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Anggota DPR RI Karmila Sari, yang kemudian menindaklanjuti komunikasi tersebut ke Kementerian Kebudayaan RI.

“Beliau langsung menyampaikan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon agar memberikan atensi dan melihat langsung kondisi cagar budaya serta Museum Nasional Asserayah El Hasyimiah dan Balai Kerapatan yang membutuhkan perhatian serius dari kita semua,” tutup Afni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *