PEKANBARU | Garda45.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi garda terdepan penggerak ekonomi Riau. Pemerintah Provinsi Riau menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai strategi utama pembangunan ekonomi daerah, dengan fokus pada peningkatan daya saing, perluasan pasar, serta percepatan transformasi digital bagi pelaku usaha lokal.
Pemberdayaan UMKM dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai program strategis, mulai dari pelatihan dan pendampingan, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan promosi dan pemasaran berbasis digital. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan berkelanjutan.
Salah satu sasaran utama dari program tersebut adalah mendorong UMKM agar mampu “naik kelas”. Indikatornya tidak hanya peningkatan omzet, tetapi juga perluasan jangkauan pasar, peningkatan kualitas produk, serta kesiapan bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Penguatan promosi dan pemasaran menjadi fokus penting dalam strategi Pemprov Riau. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti pameran, bazar, pasar mini, serta promosi digital yang memberikan ruang luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada publik.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Beni Febrianto, menegaskan bahwa Pemprov Riau menaruh perhatian besar terhadap pelaku UMKM, khususnya yang berada dalam sektor ekonomi kreatif. Ia menyebutkan, Dispar Riau membawahi 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk kuliner, dengan industri kopi lokal menjadi salah satu fokus pengembangan.
“Pemberdayaan UMKM agar benar-benar naik kelas sangat ditentukan oleh pengembangan pasar dan percepatan digitalisasi. Dua hal ini terus kami dorong,” ujar Beni saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2025).
Menurutnya, pelaku UMKM, khususnya kopi lokal, dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan Pemprov Riau. Mulai dari festival pariwisata hingga bazar ekonomi kreatif, UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
“Kami libatkan mereka dalam setiap event, baik festival, bazar ekraf, maupun kegiatan pariwisata lainnya. Bahkan, mereka kami fasilitasi untuk membuka stand secara gratis,” jelasnya.
Kegiatan seperti Kenduri Riau, Festival Ekraf dan Riauphoria, hingga Siak Bermada, disebut selalu menghadirkan pelaku UMKM sebagai bagian penting dari acara. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan eksposur produk lokal dan membuka peluang jejaring bisnis baru.
Tak hanya promosi, Pemprov Riau juga memberikan dukungan pada aspek penguatan kompetensi dan legalitas usaha. Dukungan tersebut diwujudkan melalui roadshow, pelatihan, serta fasilitasi pengurusan perizinan usaha secara gratis.
“Legalitas seperti NIB, sertifikasi halal, hingga SNI kami bantu fasilitasi. Tujuannya agar produk UMKM Riau tidak hanya berkualitas, tetapi juga legal dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Beni.









