Banner Website
Peristiwa

Air Waduk Koto Panjang Bertambah 4 Sentimeter, Operasional PLTA Masih Aman

96
×

Air Waduk Koto Panjang Bertambah 4 Sentimeter, Operasional PLTA Masih Aman

Sebarkan artikel ini
Permukaan air Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, kembali mengalami kenaikan pada Rabu pagi. (G45/fir)

KAMPAR | Garda45.com – Permukaan air Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, kembali mengalami kenaikan pada Rabu pagi (17/12/2025). Meski demikian, pihak pengelola memastikan kondisi waduk masih aman dan belum mendekati batas pembukaan pintu pelimpah (spillway).

Berdasarkan hasil pemantauan pukul 07.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di angka 77,02 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang berada pada level 76,98 mdpl.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Humas Erikmon menjelaskan, kenaikan tersebut masih dalam batas normal operasional waduk. Pada waktu yang sama, debit air masuk (inflow) dan debit air keluar melalui turbin (outflow) tercatat seimbang, masing-masing sebesar 317,96 meter kubik per detik.

“Kondisi ini menunjukkan pengelolaan aliran air masih stabil, meskipun intensitas hujan di wilayah hulu cukup tinggi,” ujar Erikmon.

Sebagai perbandingan, pada Selasa pagi (16/12/2025), inflow dan outflow masing-masing berada di angka 311,43 meter kubik per detik, dengan elevasi waduk 76,98 mdpl.

Erikmon menegaskan, kenaikan muka air merupakan akumulasi debit dari beberapa hari sebelumnya dan masih jauh di bawah ambang batas pembukaan spillway. Secara teknis, pintu pelimpah baru akan dibuka apabila elevasi melampaui 83,00 mdpl dengan inflow minimal 1.000 meter kubik per detik.

“Untuk saat ini, operasional pembangkit masih aman. Belum ada kebutuhan membuka pintu pelimpah,” tegasnya.

Selain skenario normal, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release. Mekanisme ini didasarkan pada perhitungan teknis yang mengacu pada prediksi curah hujan dari BMKG serta posisi elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).

Pembukaan pintu pelimpah juga dapat dipertimbangkan apabila terjadi gangguan pada peralatan pembangkit atau jika elevasi air turun hingga di bawah 73,50 mdpl.

Manajemen PLTA Koto Panjang mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak bersumber dari pihak resmi.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif dan akan menyampaikan informasi secara terbuka jika terjadi perubahan signifikan,” tutup Erikmon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *