PEKANBARU | Garda45.com – Bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh bukan perkara mudah bagi PSPS Pekanbaru. Laga di Stadion Dhirmutala, Banda Aceh, Sabtu (31/1) malam, diprediksi berjalan ketat mengingat skuad tuan rumah kini diperkuat sejumlah pemain baru, termasuk tiga eks pemain PSPS.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, menyebut kemenangan pada putaran pertama di Stadion Kaharuddin Nasution menjadi modal penting. Namun ia menegaskan, hasil tersebut tak bisa dijadikan jaminan untuk meraih tiga poin pada pertemuan kali ini.
“Secara keseluruhan pemain kami dalam kondisi siap. Pada putaran pertama kami bisa meraih poin dari Persiraja, tetapi musim ini situasinya berbeda. Materi pemain juga berubah,” ujar Aji Santoso, Jumat (30/1).
Ia mengakui kekuatan Persiraja meningkat dengan hadirnya tiga mantan pemain PSPS—Faris, Seva, dan Sevan—yang dinilai memiliki kualitas serta pemahaman terhadap gaya bermain Askar Bertuah.
“Tidak mudah mendapatkan poin di sini. Persiraja diisi materi pemain yang cukup bagus, ditambah tiga mantan pemain kami yang tentu sudah memahami karakter permainan PSPS,” tambahnya.
Meski demikian, Aji menegaskan timnya tetap membidik poin di Banda Aceh. Tambahan amunisi baru di lini belakang dan depan disebut membuat PSPS lebih solid menghadapi tekanan tuan rumah.
“Kami datang berusaha maksimal untuk membawa pulang poin. Targetnya tentu menang, tapi minimal kami ingin mencuri satu poin,” tegas Aji.
Pada pertemuan putaran pertama, PSPS sukses menundukkan Persiraja dengan skor 1–0. Di klasemen sementara, Persiraja berada di posisi keenam dengan 24 poin, sementara PSPS di peringkat kedelapan dengan 21 poin. Kemenangan di Dhirmutala berpeluang mengangkat PSPS melewati Persiraja dan Persikad Depok.









