Banner Website
Pemerintah

Wawako Pekanbaru Launching Penanaman Pohon di SMPN 44 Rumbai, Dorong Green City dari Sekolah

11
×

Wawako Pekanbaru Launching Penanaman Pohon di SMPN 44 Rumbai, Dorong Green City dari Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar saat melakukan penanaman pohon di halaman SMPN 44 Pekanbaru, Jumat (30/1/2026). (G45/firm)

PEKANBARU | Garda45.com – Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun kota ramah lingkungan terus diperkuat dari sektor pendidikan. Wakil Wali Kota Markarius Anwar secara resmi melaunching penanaman pohon di lingkungan SMP Negeri 44 Pekanbaru, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya penguatan program Green School, sekaligus bagian dari strategi besar Green City Pemko Pekanbaru yang selaras dengan Green Policing Polda Riau. Penanaman pohon tidak sekadar seremoni, tetapi diarahkan sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah, siswa, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPKP Pekanbaru Zarman Candra, Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy, serta Kepala Bidang SMP Disdik Pekanbaru Irpan Maidelis.

Dalam sambutannya, Markarius menegaskan bahwa Pekanbaru kini juga tergabung dalam skema kerja sama internasional Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT), yang salah satu fokus utamanya adalah pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan dan edukasi.

“Di IMT-GT, Pekanbaru menjalankan tiga program utama, yakni lingkungan hidup, transportasi, dan edukasi sekolah. Sekolah menjadi fondasi penting untuk membentuk budaya hijau sejak dini,” tegasnya.

Di sektor lingkungan hidup, Pemko Pekanbaru telah mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) serta pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem sanitary landfill guna menekan dampak pencemaran.

Sementara di bidang transportasi, Markarius mengungkapkan bahwa pada 2026 Pemko Pekanbaru akan mulai mengoperasikan 16 unit bus listrik dengan sistem buy the service (BTS) sebagai langkah konkret pengurangan emisi karbon.

Untuk sektor pendidikan, program Green School mewajibkan minimal empat aktivitas utama di sekolah, yakni pemilahan sampah, daur ulang, penanaman pohon, dan afirmasi bagi siswa yang bersepeda atau berjalan kaki ke sekolah.

“Afirmasi ini bentuk penghargaan agar anak-anak terbiasa hidup sehat dan ramah lingkungan,” jelas Markarius.

Selain itu, seluruh sekolah juga dianjurkan menjalankan program komposting serta menanam tanaman obat dan buah-buahan di lingkungan sekolah.

“Hari ini kita mulai dari SMPN 44. Harapannya, gerakan ini menyebar ke seluruh sekolah di Pekanbaru. Lingkungan yang hijau akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan sehat bagi anak-anak kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *