Banner Website
Peristiwa

Tapir Langka Tiba-tiba Muncul di Flying Squad TNTN, Pertama Sepanjang Sejarah

15
×

Tapir Langka Tiba-tiba Muncul di Flying Squad TNTN, Pertama Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Seekor tapir terekam kamera pengunjung saat melintas di kawasan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan. (G45/Media Center)

PELALAWAN | Garda45.com – Peristiwa langka terjadi di kawasan Flying Squad yang berada di dalam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Seekor tapir terlihat muncul dan terekam kamera pengunjung, Minggu (25/1/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kemunculan satwa pemalu tersebut sontak mengundang perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial dan diunggah ulang oleh akun resmi Instagram TNTN.

Kepala Seksi Wilayah I Lubuk Kembang Bunga TNTN, Ashari, SHut, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, tapir itu bukan direkam oleh petugas taman nasional, melainkan oleh pengunjung yang tengah berada di kawasan Flying Squad.

“Benar, video itu tapir muncul dan diunggah pada Minggu, 25 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB,” ujar Ashari saat dikonfirmasi, Minggu (1/2).

Ashari mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin tapir tersebut karena jarak pengambilan gambar cukup jauh dan tidak memungkinkan pengamatan visual secara detail.

Ia juga menegaskan bahwa kemunculan tapir di kawasan tersebut merupakan kejadian pertama yang tercatat secara langsung.

“Selama ini, satwa yang sering terlihat langsung di camp Flying Squad hanya gajah. Satwa lain biasanya hanya terpantau dari jejak kaki di sekitar kawasan,” jelasnya.

Dalam unggahan akun Instagram TNTN, momen tersebut digambarkan sebagai perjumpaan tak terduga dengan satwa langka yang semakin jarang dijumpai di alam liar.

Disebutkan pula bahwa tapir tersebut bukan tertangkap kamera jebak (camera trap), melainkan diabadikan langsung oleh pengunjung, menjadikan peristiwa ini semakin istimewa.

Kehadiran tapir di kawasan Flying Squad dinilai sebagai indikator positif bahwa ekosistem hutan Tesso Nilo masih menyediakan ruang hidup bagi satwa liar yang dilindungi. Pihak TNTN berharap kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan satwa di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *