Ekonomi

41 SPPG Kerahkan Dapur Kemanusiaan, 108 Ribu Paket Makanan Berhasil Disalurkan untuk Korban Banjir Sumbar

9
×

41 SPPG Kerahkan Dapur Kemanusiaan, 108 Ribu Paket Makanan Berhasil Disalurkan untuk Korban Banjir Sumbar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (G45/net).

PEKANBARU | Garda45.com Tingginya curah hujan yang memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bukan hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi, tapi juga menghentikan kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah. Di tengah situasi darurat tersebut, gerak cepat dilakukan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini bertugas menyediakan makanan bergizi untuk siswa.

Fungsi distribusi langsung dialihkan total untuk menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke warga terdampak bencana. Tanpa menunggu waktu lama, dapur gizi ini bergeser menjadi dapur darurat yang mampu menjangkau masyarakat di delapan kabupaten/kota terdampak paling parah.

Hasilnya, sebanyak 108.029 paket makanan telah sampai ke tangan korban banjir dan longsor.

Kabupaten dan kota terdampak yang sekolahnya terpaksa berhenti operasional antara lain:

Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok, Bukittinggi, Pariaman, Kota Solok, dan Padang.

Langkah pengalihan distribusi ini menjadi jaring pengaman sosial vital bagi warga, di saat akses pangan menjadi salah satu kendala utama di lapangan.

Sebaran Penyaluran

Upaya massif SPPG menunjukkan kontribusi merata di delapan wilayah:

  • Pesisir Selatan & Padang (18 SPPG) → 22.000 paket
  • Solok (5 SPPG) & Bukittinggi (6 SPPG) → 15.649 paket
  • Tanah Datar (4 SPPG) → 14.000 paket
  • Kota Solok (3 SPPG) → 9.000 paket
  • Kota Pariaman (2 SPPG) → 5.596 paket
  • Pasaman Barat (8 SPPG) → 4.135 paket

Jumlah itu menjadi bukti bahwa seluruh elemen bergerak tanpa menunggu instruksi panjang di tengah bencana.

Kepala KPPG Pekanbaru, DR Syartiwidya, memastikan langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Meski beberapa SPPG ikut terdampak banjir dan mengalami kesulitan operasional, pelayanan gizi tetap berjalan dengan penyesuaian strategi.

“Kami dari KPPG Pekanbaru turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan terkhusus Sumatera Barat,” tutur Widya, Minggu (30/11/2025).

Widya menyampaikan bahwa keberhasilan distribusi tidak lepas dari dedikasi tim di lapangan yang bekerja tanpa pamrih.

“Mulai dari produksi hingga distribusi, semua bekerja tanpa lelah untuk memastikan bantuan ini sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *