Daerah

Provinsi Turun Langsung ke Inuman, Ada Apa dengan Pertanian Kuansing?

36
×

Provinsi Turun Langsung ke Inuman, Ada Apa dengan Pertanian Kuansing?

Sebarkan artikel ini
Bupati Kuansing berdiskusi dengan penyuluh pertanian dan jajaran OPD terkait upaya penguatan ketahanan pangan daerah. (Foto : G45/KZ).

INUMAN | Garda45.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang melanda daerah, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. H. Suhardiman Amby menegaskan agar seluruh perangkat daerah tetap fokus menjalankan program prioritas, khususnya di sektor strategis.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Bupati Kuansing menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian di Saung Tani, Desa Pulau Panjang Inuman, Kecamatan Inuman, Rabu (14/1/2026). Rakor ini digelar secara sederhana, namun sarat dengan agenda strategis penguatan ketahanan pangan daerah.

Menariknya, rakor tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Riau, Dr. Roni Wibowo, beserta jajaran. Kehadiran unsur provinsi di tengah keterbatasan anggaran daerah ini dinilai sebagai sinyal kuat dukungan terhadap arah kebijakan pertanian Kuansing.

Tidak hanya itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau serta sejumlah pakar pertanian juga turut hadir memberikan masukan dan dukungan teknis.

Dalam sambutannya, Dr. Roni Wibowo menyebut langkah yang diambil Bupati Kuansing sebagai kebijakan yang berani dan spektakuler. Ia menilai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kuansing mengalihfungsikan lahan eks tambang emas menjadi lahan pertanian produktif sebagai terobosan yang patut diapresiasi.

“Kami dari Provinsi Riau siap mendukung penuh kebijakan Bupati Kuansing. Bahkan kami akan bersama-sama memperjuangkan dan merebut anggaran pusat untuk kepentingan sektor pertanian di Kuansing dan Provinsi Riau,” tegas Roni Wibowo, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing, Deflides Gusni.

Rakor yang berlangsung dengan beralaskan papan kayu itu dihadiri puluhan penyuluh pertanian, serta sejumlah kepala OPD terkait, di antaranya Bappeda, PUPR, Kominfo, camat, dan kepala desa. Meski digelar secara sederhana, suasana rapat berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi.

Melalui rakor ini, komitmen lintas sektor untuk mewujudkan swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kuantan Singingi semakin dipertegas, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk melahirkan kebijakan strategis dan berdampak luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *