PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hingga saat ini, tiga sekolah rakyat telah resmi beroperasi di Provinsi Riau dengan total 225 siswa yang menjalani pendidikan berbasis asrama.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, menyampaikan bahwa dua sekolah rakyat berada di Kota Pekanbaru, masing-masing di kawasan Abiseka Rumbai dan Asrama Haji, sementara satu sekolah lainnya berlokasi di Kabupaten Rokan Hilir.
“Per 2025 sudah ada tiga sekolah rakyat di Riau. Sistemnya asrama untuk jenjang SMP dan SMA,” kata Zulfadli, Rabu.
Ia merinci, sekolah rakyat di Abiseka Rumbai Pekanbaru menampung 100 siswa, sekolah di Asrama Haji Pekanbaru sebanyak 50 siswa, dan sekolah rakyat di Kabupaten Rokan Hilir menampung 75 siswa.
“Total siswa sekolah rakyat di Riau saat ini ada 225 orang. Yang terbanyak memang di Pekanbaru,” ujarnya.
Program sekolah rakyat merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Seluruh siswa yang diterima merupakan hasil seleksi ketat dan verifikasi lapangan oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
Zulfadli menegaskan, kehadiran sekolah rakyat menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pendidikan gratis dan bermutu tanpa diskriminasi ekonomi.
“Melalui sekolah rakyat, pemerintah memastikan tidak ada anak Riau yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi. Ini adalah upaya membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi mereka,” katanya.
Ke depan, program ini masih akan diperluas. Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan satu sekolah rakyat baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Berbeda dengan tiga sekolah sebelumnya yang memanfaatkan bangunan lama, sekolah rakyat di Kuansing akan dibangun dari awal menggunakan anggaran APBN.
“Awal tahun ini pembangunan sekolah rakyat di Kuansing dimulai. Targetnya akhir 2026 sudah bisa dioperasikan,” jelas Zulfadli.










