Tembilahan | Garda45.com – Komitmen penguatan infrastruktur di Kabupaten Indragiri Hilir kembali ditegaskan. Bupati Inhil, H. Herman, bersama dua Anggota DPR RI turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pembangunan Jalan Terusan Mas dan Pelabuhan Parit 21, Kamis (15/1/2026).
Dua legislator yang turut mendampingi yakni H. A. Bakri HM, SE, Anggota DPR RI Komisi V dari Daerah Pemilihan Jambi, serta Ir. H. Sahidin, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PAN dari Daerah Pemilihan Riau II periode 2024–2029.
Peninjauan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis yang berperan penting meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indragiri Hilir.
Bupati Herman menyampaikan, pembangunan Jalan Terusan Mas sepanjang kurang lebih 1,9 kilometer merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Ruas jalan tersebut menjadi akses vital penghubung wilayah produksi dengan pusat aktivitas ekonomi.
“Untuk kegiatan tahun 2025, kita turun langsung memastikan progres pembangunan jalan dari Tembilahan menuju Terusan. Memang belum sepenuhnya rampung karena waktu pelaksanaan yang cukup mepet, namun ini menjadi langkah awal yang sangat penting,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus mengupayakan keberlanjutan pembangunan agar jalan tersebut dapat tersambung hingga ke wilayah Terusan secara penuh.
“InsyaAllah tahun depan pembangunan ini kita lanjutkan. Jalan ini sangat vital karena menyangkut mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah,” tegasnya.
Selain Jalan Terusan Mas, Bupati juga menyoroti sejumlah proyek infrastruktur lain yang diharapkan dapat didorong melalui pendanaan APBN. Usai peninjauan, rombongan dijadwalkan melanjutkan agenda ke Bandara serta meninjau ruas jalan Kota Baru–Pulau Kijang yang selama ini dinilai terbengkalai.
“Dengan kehadiran Komisi V dan Komisi VIII DPR RI, kita berharap ruas Kota Baru menuju Pulau Kijang bisa menjadi prioritas. Target kita tahun 2026 sudah bisa mulai diaplikasikan, minimal dari Kota Baru sampai Sanglar,” kata Herman.
Tak hanya fokus pada akses darat, Bupati Inhil juga menegaskan pentingnya optimalisasi Pelabuhan Parit 21 sebagai penunjang utama hilirisasi kelapa, komoditas unggulan daerah.
“Pelabuhan Parit 21 kita dorong menjadi pusat distribusi hasil kelapa dan produk turunannya. Dengan distribusi yang lebih baik, nilai tambah ekonomi akan langsung dirasakan masyarakat dan petani,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUTR dan Perkim serta Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Indragiri Hilir.











