Peristiwa

Koridor Satwa dan Aktivitas Industri Bertemu, Harimau Sumatera Muncul di Zamrud

14
×

Koridor Satwa dan Aktivitas Industri Bertemu, Harimau Sumatera Muncul di Zamrud

Sebarkan artikel ini
Koridor Satwa dan Aktivitas Industri Bertemu, Harimau Sumatera Muncul di Zamrud
Seekor harimau sumatera terekam kamera saat menyeberangi jalur akses Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak, pada Rabu (14/1/26). (Foto : G45/Van)

SIAK | Garda45.com – Kemunculan seekor harimau sumatera berukuran besar di jalur akses Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak, memicu kewaspadaan serius. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan situasi dan mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia.

Harimau dilaporkan terlihat pada Rabu (14/1/2026) siang di area depan WIP Zamrud, tepat di dekat jembatan yang menjadi jalur utama kendaraan operasional. Satwa dilindungi itu sempat menyeberangi jalan sebelum kembali masuk ke semak belukar di sekitar lokasi, membuat sejumlah pengendara terkejut dan memilih berhenti sejenak.

Penampakan harimau tersebut sempat diabadikan oleh Mandor Departemen Operation, Khaidir, bersama seorang sopir bernama Dedi. Dalam rekaman visual yang beredar, harimau tampak berjalan tenang melintasi jalur kendaraan, menandakan kawasan tersebut masih berada dalam lintasan jelajah alaminya.

Dari data yang dihimpun, lokasi kemunculan harimau hanya berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di kawasan Taman Nasional Zamrud. Kedekatan ini memperkuat dugaan bahwa jalur WIP Zamrud berada di koridor pergerakan satwa liar, khususnya harimau sumatera.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan pengecekan di lapangan.

“Saat ini tim dari BBKSDA Riau sedang melakukan konfirmasi langsung ke lokasi,” ujar Ujang, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan, kawasan tersebut berada di tepi wilayah konservasi yang merupakan habitat alami harimau sumatera. Oleh karena itu, masyarakat serta para pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada jam-jam rawan.

“Potensi perjumpaan satwa liar dengan aktivitas manusia masih sangat mungkin terjadi, mengingat fasilitas industri migas di Zamrud berbatasan langsung dengan kawasan konservasi,” katanya.

BBKSDA Riau mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu agresivitas satwa, serta segera melapor jika kembali melihat keberadaan harimau di sekitar jalur tersebut. Langkah mitigasi dan pengamanan akan dilakukan untuk memastikan keselamatan manusia sekaligus kelestarian satwa dilindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *