SIAK | Garda45.com – Warga Kampung Belutu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam parit Jalan Sei Leko, Dusun Garut, RT 003 RW 001, Kamis (15/1/2026) sore.
Korban diketahui berinisial S (30). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Morten Sijabat, pemilik toko pupuk yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku curiga setelah mencium bau menyengat yang berasal dari arah parit di samping tokonya.
“Awalnya saya mencium bau tidak sedap. Setelah dicek, terlihat alat semprot rumput di dalam parit. Saat didekati, ternyata ada tubuh seseorang sudah tidak bernyawa,” ujar Morten kepada warga.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dilaporkan ke ketua RT setempat sebelum diteruskan ke pihak kepolisian. Aparatur kampung bersama personel Polsek Kandis segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Bidan Desa Kampung Belutu, Ardelena Sinthiya Ginting, menjelaskan bahwa korban selama ini berada dalam pengawasan dan perhatian pihak desa. Menurutnya, korban memiliki riwayat penyakit serius.
“Korban sudah lebih dari lima tahun dalam pengawasan desa. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat epilepsi sejak kecil dan mengalami gangguan kejiwaan sejak 2024. Ia juga pernah dua kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa,” jelas Ardelena.
Sekitar pukul 17.14 WIB, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga, yang diwakili oleh abang ipar korban Sugiono, secara resmi menolak dilakukan otopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan.
Meski tidak dilakukan otopsi, kepolisian tetap melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga penyusunan laporan kepolisian.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa hasil awal penyelidikan tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Keputusan keluarga kami hormati, namun kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa ini tidak mengandung unsur kriminal,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Sementara itu, Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.









