Politik

Soroti Pemkab Kuansing, Masyarakat Nilai Kritik Riky Fitro Sekadar Omon-Omon

19
×

Soroti Pemkab Kuansing, Masyarakat Nilai Kritik Riky Fitro Sekadar Omon-Omon

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuansing yang didanai anggaran pemerintah pusat. (G45/insan)

Teluk Kuantan | Garda45.com – Kritik yang disampaikan Anggota DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Riky Fitro, terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuansing dinilai tidak disertai langkah konkret dan cenderung sekadar mencari perhatian publik. Jumat (16/1/26).

Sebelumnya, Riky Fitro menilai berbagai persoalan di Kuansing muncul akibat lemahnya komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Kuansing dengan pemerintah pusat. Namun, pernyataan tersebut justru memicu respons dari masyarakat yang mempertanyakan sejauh mana kontribusi nyata Riky Fitro bagi pembangunan daerah.

Abdi (40), alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, menilai kritik seharusnya dibarengi dengan kerja nyata, bukan hanya pernyataan di ruang publik.

“Kalau beliau kader Gerindra, apa yang sudah dilakukan secara konkret untuk Kuansing? Berapa dana pusat yang berhasil diperjuangkan untuk daerah ini?” ujar Abdi, belum lama ini.

Menurutnya, wakil rakyat semestinya menunjukkan hasil kerja yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia membandingkan dengan langkah yang dilakukan politisi PKS Kuansing, Ustaz Syafril.

“Tidak banyak omon-omon, tapi mampu menghadirkan Anggota DPR RI, Dr H Syarul Aidi Maazat, ke Kuansing. Hasilnya jelas, belasan kilometer jalan diaspal menggunakan dana pusat. Itu contoh wakil rakyat yang benar-benar bekerja,” tegasnya.

Abdi juga membantah anggapan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuansing minim komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia mencontohkan keberhasilan Kuansing memperoleh program Sekolah Rakyat (SR) dengan total anggaran mencapai Rp239 miliar.

“Kalau komunikasinya buruk, mustahil dana sebesar itu bisa diperoleh. Bahkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing menjadi satu-satunya di Provinsi Riau. Ini bukti adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak dilandasi kepentingan pribadi.

“Jangan membawa persoalan pribadi atau rasa tidak puas ke ruang publik. Masyarakat sekarang sudah cerdas menilai mana yang benar-benar bekerja untuk daerah dan mana yang hanya pandai bicara,” ujarnya.

Meski demikian, Abdi tetap mendorong Pemerintah Kabupaten Kuansing untuk terus berbenah agar pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *