Nasional

Mahasiswa UMRI Dalami Peran Media Bentuk Opini Publik yang Kredibel

25
×

Mahasiswa UMRI Dalami Peran Media Bentuk Opini Publik yang Kredibel

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Diskusi akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), saat berkunjung dan berdiskusi dengan media Rakyat45.com, Senin (19/1/2025), di Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru. (G45/Kend)

PEKANBARU | Garda45.com – Peran media membentuk opini publik yang bertanggung jawab menjadi isu utama yang dibahas dalam diskusi akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), saat berkunjung dan berdiskusi dengan media Rakyat45.com, Senin (19/1/2025), di Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru.

Sebanyak sembilan orang mahasiswa UMRI menggali wawasan jurnalistik dengan Tim Redaksi Rakyat45.com dalam kesempatan ini. Kegiatan ini dilakukan Mahasiswa UMRI tersebut sebagai bagian dari pemenuhan tugas perkuliahan dan penyusunan skripsi.

Para mahasiswa tampak antusias mendalami bagaimana media massa bekerja menyajikan informasi yang kredibel, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dalam diskusi tersebut, praktisi komunikasi Marianus Waruwu, S.I.Kom, menegaskan bahwa pembentukan opini publik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, setiap informasi yang disajikan media harus berpijak pada fakta yang jelas dan proses konfirmasi yang ketat.

“Opini publik yang kuat lahir dari data dan fakta, bukan asumsi. Media memiliki tanggung jawab besar agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sudut pandang jurnalis dalam menyusun sebuah berita. Cara pandang awal akan sangat menentukan arah narasi dan pemahaman publik terhadap sebuah peristiwa.

Lebih lanjut, Marianus menjelaskan bahwa kemampuan framing isu menjadi kunci utama dalam kerja jurnalistik. Seorang jurnalis, kata dia, harus mampu memilah isu yang berdampak luas bagi masyarakat dibandingkan isu yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ia memberi contoh, kebijakan penurunan SPP oleh seorang Rektor jelas memiliki dampak besar bagi mahasiswa secara umum. Sebaliknya, tindakan pribadi yang hanya menguntungkan individu atau lingkaran terbatas tidak memiliki nilai kepentingan publik yang kuat.

“Jurnalis harus peka. Mana isu publik, mana yang bukan. Inilah yang menentukan kualitas dan keberpihakan media kepada kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Tak kalah penting, ia menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap isu merupakan fondasi utama sebelum sebuah berita dipublikasikan. Tanpa pemahaman yang utuh, pesan yang disampaikan media berpotensi melenceng dan gagal membentuk opini publik yang sehat.

Diskusi ini diharapkan mampu membekali mahasiswa UMRI dengan pemahaman praktis mengenai etika jurnalistik, sekaligus memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang mencerdaskan mamencerdaskan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *