Pemerintah

Masuki Masa Pensiun, 36 ASN Pemko Pekanbaru Terima Penghargaan dari Pemerintah Kota

11
×

Masuki Masa Pensiun, 36 ASN Pemko Pekanbaru Terima Penghargaan dari Pemerintah Kota

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyerahkan piagam penghargaan kepada ASN yang memasuki masa purna bakti dalam upacara pelepasan di Tenayan Raya, Senin (19/1/2026). (Foto : G45/Firm)

PEKANBARU | Garda45.com Sebanyak 36 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi memasuki masa purna bakti. Prosesi pelepasan dan penyerahan penghargaan dipimpin langsung Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, di Halaman Kompleks Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Senin (19/1/2026).

Upacara pelepasan tersebut menjadi bentuk penghormatan pemerintah kota atas pengabdian para ASN yang telah mengabdi puluhan tahun di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Para ASN yang memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Februari 2026 dan 1 Maret 2026 menerima piagam penghargaan sebagai apresiasi atas dedikasi dan loyalitas mereka.

Dalam sambutannya, Wawako Markarius Anwar menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seorang aparatur negara. Menurutnya, pensiun merupakan peralihan peran dari tugas kedinasan menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Purna bakti bukan berarti berhenti berkontribusi. Pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan para senior masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan juga pemerintah,” ujar Markarius.

Ia berharap para ASN yang telah purna bakti tetap menjadi panutan serta tidak segan memberikan saran, kritik, maupun masukan konstruktif demi kemajuan Kota Pekanbaru ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun. Jasa bapak dan ibu menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan kota ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut, persoalan perkotaan membutuhkan kerja bersama dan komitmen seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Mulai dari penanganan banjir, pengelolaan sampah, kondisi infrastruktur jalan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, semuanya memerlukan kolaborasi dan kesinambungan,” tegasnya.

Upacara pelepasan berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat Pemko Pekanbaru, ASN aktif, serta para purna bakti. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya regenerasi birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *