Banner Website
Nasional

Polri Bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Meranti, Akses Sekolah Kini Lebih Aman

110
×

Polri Bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Meranti, Akses Sekolah Kini Lebih Aman

Sebarkan artikel ini

MERANTI |Garda45.com – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, memasuki tahap akhir. Hingga hari ketujuh pelaksanaan, progres pembangunan di sejumlah titik strategis telah mencapai 70 hingga 80 persen.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam meningkatkan keselamatan, aksesibilitas, serta pemerataan layanan pendidikan di wilayah pedesaan dan kepulauan yang selama ini terkendala infrastruktur.

Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan kayu lama yang rapuh dan berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas menuju fasilitas pendidikan. Pembangunan dilakukan oleh Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri dengan melibatkan masyarakat setempat secara gotong royong.

Adapun titik pembangunan jembatan meliputi:

– SDN 018 Semulut, Dusun Semulut, Kecamatan Tebing Tinggi

– MTS Al-Anshor, Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau

– Jalan Poros Dusun III, Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang

Seluruh jembatan dirancang dengan pagar pengaman di sisi kiri dan kanan guna meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan pelajar.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan bahwa pembangunan ini tidak sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial Polri.

“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur, tetapi simbol perlindungan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat pedesaan, khususnya anak-anak sekolah agar mereka dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya, Kamis (5/2/26).

Ia menyebutkan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mempercepat pemerataan akses dan memperkuat inklusi sosial di daerah terpencil.

Berdasarkan laporan resmi kepada Kapolda Riau pada Rabu, 4 Februari 2026, progres pembangunan menunjukkan hasil signifikan.

Di SDN 018 Semulut, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 2,5 meter telah mencapai 70 persen. Seluruh lantai dan jalan kayu telah terpasang serta dilapisi cat minyak hitam (creosote). Pekerjaan tersisa meliputi pemasangan pagar besi dan pembangunan tugu prasasti Merah Putih, meski sempat terkendala pasang surut air laut dan keterlambatan logistik.

Sementara di MTS Al-Anshor Desa Kuala Merbau, pekerjaan difokuskan pada perakitan dan pemasangan besi sayap jembatan, pembuatan mal, serta pengecoran struktur sayap jembatan. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Adapun di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, progres pembangunan telah mencapai 80 persen. Personel Polsek Rangsang bersama pemerintah desa dan warga bergotong royong sambil menunggu proses pengerasan lantai cor. Tahapan selanjutnya meliputi pengecoran tiang pagar, pengecatan jembatan, dan pemasangan prasasti.

Pembangunan ini melibatkan personel Brimob Polda Riau, Ditpolairud, Ditsamapta, jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, serta partisipasi aktif masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Dengan hampir rampungnya proyek ini, Polres Kepulauan Meranti berharap akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih aman, lancar, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *