Peristiwa

Akses Masih Terputus, Tim Gabungan Berpacu Selamatkan Penyintas Bencana Agam

15
×

Akses Masih Terputus, Tim Gabungan Berpacu Selamatkan Penyintas Bencana Agam

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau meninjau lokasi terdampak longsor di Salareh Aia. (G45/basarnas) 

SUMBAR | Garda45.com – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi banjir bandang dan longsor di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025).

Keduanya bergabung dengan tim gabungan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi warga yang masih menjadi korban.

“Kami ikut mengevakuasi dua korban yang ditemukan meninggal dunia. Di posko, ada warga yang kehilangan adik, anak, dan keponakan. Fokus kami percepatan tanggap darurat,” ujar Raja Juli di Lubuk Basung.

Ia menegaskan, pemerintah terus meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri dalam percepatan evakuasi, pemulihan awal, dan rehabilitasi wilayah terdampak.

Alat berat sudah diarahkan membuka akses yang tertutup longsor agar bantuan logistik dan evakuasi korban dapat berjalan tanpa hambatan.

“Setelah evakuasi tuntas, tim psikologi akan diterjunkan untuk pemulihan trauma penyintas,” tambah Raja Juli.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengungkapkan bahwa Polda Riau telah melakukan backup penanganan sejak dua hari terakhir sebagai respon cepat untuk tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Riau provinsi terdekat, jadi kami kerahkan kekuatan penuh,” tegas Irjen Herry.

Polda Riau mengirimkan 290 personel Brimob dan Samapta, dua unit excavator, serta lima truk logistik berisi bahan pokok, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lain.

Selain itu, 34 psikolog dari Biro SDM dan asosiasi psikologi juga disiapkan membantu penyintas menghadapi trauma pascabencana.

“Ini duka bersama. Kami hadir untuk menguatkan satu sama lain,” ucap Irjen Herry.

Hingga Minggu siang, sejumlah akses jalan di Palembayan masih tertutup longsor, jembatan rusak, aliran listrik belum normal, sementara banyak warga masih bertahan di pengungsian.

Cuaca yang tidak stabil dan medan curam menjadi tantangan tim di lapangan. Meski begitu, operasi pencarian terus digencarkan dengan kewaspadaan tinggi untuk menghindari longsor susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *