PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi telah mengoperasikan persimpangan baru di titik pertemuan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Paus. Persimpangan ini kini dilengkapi dengan sistem lampu rambu lalu lintas (traffic light) permanen untuk mengatur arus kendaraan. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas keluhan masyarakat terkait kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan komersial tersebut.
Sistem ini dirancang khusus untuk mengurai simpul kemacetan di salah satu area dengan volume kendaraan tertinggi di Kota Bertuah. Sebelum adanya persimpangan ini, pengendara dari Jalan Paus harus memutar jauh atau melakukan manuver yang berisiko, sehingga sering memicu antrean panjang. Dengan adanya traffic light, distribusi arus kendaraan kini menjadi lebih teratur dan terkendali.
Guna memastikan berfungsi optimal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru melakukan pemantauan langsung pada jam sibuk, Senin (12/1/2026). Peninjauan ini dilakukan tepat saat arus keberangkatan kerja dan aktivitas sekolah untuk melihat respons sistem terhadap beban kendaraan yang maksimal. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kelancaran arus lalu lintas.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Sunarko, menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara, skema baru ini terbukti efektif. Ia menyebutkan bahwa durasi tunggu dan aliran kendaraan terpantau lebih dinamis dibandingkan sistem sebelumnya.
“Kami telah melakukan pemantauan dan evaluasi pada saat jam kerja untuk melihat sejauh mana efektifitas simpang tersebut, dan alhamdulillah cukup lancar,” ungkap Sunarko.
Selain mengurai titik utama di Jalan Paus, pembukaan simpang ini ternyata berdampak positif pada titik putar balik (u-turn) di sekitarnya. Salah satu yang paling terdampak adalah u-turn di Jalan Manggis, tepatnya di sekitar Kantor DPW PPP Riau. Sebelumnya, titik ini menjadi langganan macet karena penumpukan kendaraan yang hendak berputar arah menuju pusat kota atau sebaliknya.
Sunarko yang juga mantan Plt Kadishub Pekanbaru ini menjelaskan, volume kendaraan di u-turn Jalan Manggis kini mulai berkurang secara drastis. Hal ini terjadi karena sebagian besar arus kendaraan dari arah Jalan Paus kini langsung terdistribusi melalui persimpangan baru tanpa harus membebani titik putar balik di Jalan Tuanku Tambusai. Kondisi ini menciptakan efek domino yang positif bagi kelancaran di ruas jalan protokol tersebut.
Meski hasil awal menunjukkan tren positif, Dinas Perhubungan menegaskan tidak akan berhenti melakukan pengawasan. Pihaknya menyadari bahwa perilaku pengendara dan fluktuasi volume kendaraan di Pekanbaru sangat dinamis, sehingga pengaturan durasi lampu lalu lintas mungkin perlu disesuaikan kembali di masa mendatang.
“Kita akan terus evaluasi dan pantau perkembangannya di lapangan,” tegas Sunarko.









