Ekonomi

Data Ekonomi AS Perkasa, Harga Emas Tersungkur di Zona Merah

13
×

Data Ekonomi AS Perkasa, Harga Emas Tersungkur di Zona Merah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI EMAS ANTAM. (G45/nET)

PEKANBARU | Garda45.com – Pergerakan harga emas kembali tertekan dan bertahan di zona merah hingga perdagangan Jumat sore (16/1/2026). Pelemahan ini dipicu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar, sekaligus meredam harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS dalam waktu dekat.

Pantauan pasar global menunjukkan harga emas terkoreksi sekitar 0,31 persen dan bergerak di kisaran US$ 4.601 per ons troi. Tekanan jual muncul seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa kebijakan moneter ketat The Fed akan bertahan lebih lama.

Meski melemah secara harian, berdasarkan data Bloomberg, emas masih berpeluang mencatatkan penguatan mingguan sekitar 2,2 persen. Penguatan ini didorong lonjakan harga di awal pekan yang sempat menembus rekor tertinggi US$ 4.642,72 per ons troi.

Analis menilai koreksi harga emas tidak hanya dipicu oleh faktor suku bunga, tetapi juga meredanya tensi geopolitik global. Menurunnya spekulasi terkait potensi keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik sosial di Iran membuat peran emas sebagai aset lindung nilai mulai berkurang.

Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah dolar AS menunjukkan tren penguatan dan bersiap mencatatkan kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor luar negeri, sehingga menekan minat beli.

Sentimen tersebut diperkuat oleh data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS yang mencatat klaim pengangguran mingguan turun tajam menjadi 198.000, jauh di bawah proyeksi pasar di level 215.000. Data ini mempertegas ketahanan pasar tenaga kerja AS dan mempersempit peluang pelonggaran kebijakan moneter.

Di sisi lain, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung kehilangan daya tarik di tengah lingkungan suku bunga tinggi. Selama data ekonomi AS terus menunjukkan kinerja solid dan peluang penurunan suku bunga semakin mengecil, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap volatil dengan kecenderungan tertekan dalam jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *