Daerah

Wakapolda Riau Hadir di Ujung Negeri, Menyambung Harapan Pendidikan Anak Semulut

20
×

Wakapolda Riau Hadir di Ujung Negeri, Menyambung Harapan Pendidikan Anak Semulut

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH, menunjuk kondisi jembatan kayu rusak yang menjadi satu-satunya akses menuju SDN 18 Semulut, Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, Minggu (18/1/2026).(G45/Indra).

Meranti, Garda45.com – Bagi anak-anak Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, perjalanan menuju sekolah selama bertahun-tahun bukan sekadar rutinitas pagi. Ia adalah ujian keberanian. Setiap langkah di atas jembatan kayu yang lapuk menjadi taruhan antara harapan akan pendidikan dan risiko keselamatan yang mengintai saban hari.

Jembatan rapuh itu berdiri sebagai satu-satunya penghubung menuju SDN 18 Semulut, sebuah jalur sempit yang memisahkan cita-cita generasi muda dari realitas getir keterbatasan infrastruktur. Di sanalah mimpi kerap terhenti, bukan karena kurangnya semangat belajar, melainkan karena akses yang nyaris tak manusiawi.

Namun, pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, sunyi keterisolasian itu mulai terusik. Harapan yang lama terpendam menemukan momentumnya ketika rombongan Polda Riau, dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, SIK, MH, menjejakkan kaki di dusun terpencil tersebut. Menembus medan berlumpur dan panas pesisir, kunjungan ini membawa pesan tegas: keterbatasan tidak boleh dibiarkan menjadi takdir.

Kehadiran Brigjen Pol Hengki jauh dari sekadar simbolik. Bersama tim teknis, ia meninjau langsung kondisi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi pendidikan sekaligus denyut kehidupan warga. Struktur kayu yang lapuk dan nyaris runtuh menjadi cermin telanjang betapa akses dasar telah lama terabaikan dan betapa mendesaknya penanganan segera.

Kapolsek Tebing Tinggi, AKP JA. Lubis, memaparkan dampak kerusakan jembatan yang meluas melampaui dunia pendidikan. Aktivitas ekonomi warga ikut tersendat, mobilitas terganggu, dan keselamatan menjadi pertaruhan harian. “Warga terpaksa mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bersekolah dan memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Secara geografis, Dusun Semulut memang berada dalam lingkar keterpencilan. Keterbatasan infrastruktur menjadikan jalur darat maupun perairan sama-sama berisiko. Dalam konteks ini, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan kemanusiaan demi keselamatan, martabat, dan masa depan generasi penerus.

“Polri hadir untuk memastikan sinergi lintas sektor benar-benar berjalan. Ini bukan semata membangun jembatan, tetapi bagian dari Program Jembatan Merah Putih Presisi untuk menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah paling terpencil,” tegas Brigjen Pol Hengki di sela peninjauan.

Komitmen tersebut diperkuat dengan kehadiran jajaran strategis Polda Riau, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Dr. Ino Harianto dan Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa. Kehadiran para perwira tinggi ini menegaskan satu hal: persoalan infrastruktur di pelosok memiliki korelasi langsung dengan stabilitas sosial dan kesejahteraan nasional.

Langkah nyata pun segera diambil melalui asesmen awal oleh tim teknis Polda Riau. Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif tersebut, ditandai dengan kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti sebuah sinyal kuat bahwa kolaborasi lintas sektor siap diwujudkan demi percepatan pembangunan.

Sekitar pukul 09.45 WIB, rombongan meninggalkan Dusun Semulut melalui Pelabuhan Semulut menuju Selatpanjang. Kunjungan itu memang singkat, namun jejaknya tertinggal dalam harapan warga, sebuah penegasan bahwa negara benar-benar hadir, bahkan di titik terjauh peta pembangunan.

Kini, rencana pembangunan jembatan menuju SDN 18 Semulut menjelma simbol harapan baru. Ia bukan hanya akan menyambung jalan yang terputus, tetapi juga menyambung mimpi anak-anak desa yang selama ini tertahan oleh jarak dan risiko.

Warga Semulut menanti hari ketika derap langkah di atas jembatan baru tak lagi diiringi rasa cemas, melainkan keyakinan mantap menuju masa depan yang lebih aman, bermartabat, dan terang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *