SIAK | Garda45.com – Pernyataan Pemerintah Kabupaten Siak yang sebelumnya menyebut akan menyelesaikan sisa tunda bayar tahun 2024 kepada pihak ketiga pada awal Januari 2026, dinilai tidak terbukti. Hingga akhir Januari 2026, pembayaran yang terealisasi disebut hanya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan itupun masih dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya, total tunda bayar Pemkab Siak disebut mencapai Rp327 miliar. Namun hingga akhir 2025, sisa tunda bayar yang belum terbayarkan masih berada di angka Rp121 miliar lebih. Saat itu, Pemkab Siak menyatakan komitmen penyelesaian akan dilakukan pada minggu pertama Januari 2026. Namun, kenyataannya pembayaran kepada pihak ketiga belum terealisasi.
Menurut informasi yang dihimpun, keterbatasan dana terjadi karena pada akhir tahun anggaran, dana transfer pusat yang masuk ke daerah disebut hanya sekitar Rp55 miliar, di luar kebutuhan daerah. Setelah melalui beberapa kali rapat bersama OPD, dana terbatas tersebut diprioritaskan untuk pembayaran ASN, honorer, serta anggaran desa. Namun, pembayaran itu pun disebut belum sepenuhnya tuntas dan masih sebatas sebagian.
Sementara itu, pembayaran untuk rekanan atau pihak ketiga yang belum menerima haknya dari kegiatan tahun 2024 disebut akan diselesaikan pada awal Januari 2026. Akan tetapi, hingga akhir Januari, komitmen tersebut belum terlihat realisasinya.
Untuk memastikan kendala yang terjadi, Bupati Siak Dr. Afni Z, M.Si dikonfirmasi pada 21 Januari 2026. Media mempertanyakan apakah belum masuknya dana transfer pusat, atau adanya perubahan pejabat OPD, PA/KPA, maupun PPTK berpengaruh terhadap proses administrasi pembayaran.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Siak Dr. Afni Z, M.Si menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa pembayaran yang dimaksud pada akhir 2025 adalah tunda bayar TPP ASN tahun 2024, yang saat ini sedang diangsur realisasinya, bukan tunda bayar proyek pihak ketiga tahun 2024.
“Yang dijanjikan itu pembayaran tunda bayar TPP ASN 2024. Sekarang sudah diangsur,” ujarnya.
Saat ditanya terkait tunda bayar proyek tahun 2024 yang hingga kini belum diterima rekanan, Afni menyebut belum ada gambaran kapan akan direalisasikan.
“Belum,” jawabnya singkat.








