Banner Website
Politik

Sovia Septiana Dorong Pemko Pekanbaru Ikuti Kebijakan Pembatasan HP di Sekolah

1323
×

Sovia Septiana Dorong Pemko Pekanbaru Ikuti Kebijakan Pembatasan HP di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Sovia Septiana. (G45/NET)

PEKANBARU | Garda45.com – Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Sovia Septiana, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler (handphone) di lingkungan sekolah. Kebijakan ini dinilai penting untuk meningkatkan fokus dan kualitas belajar peserta didik.

Menurut Sovia, penggunaan handphone di sekolah kerap menjadi distraksi serius bagi siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Anak-anak cenderung terdistraksi oleh media sosial maupun aktivitas digital lain yang tidak berkaitan dengan pelajaran.

“Menurut saya ini kebijakan yang sangat baik, karena bisa membuat anak-anak lebih fokus belajar. Kalau handphone digunakan di sekolah, sering kali justru mengganggu konsentrasi, anak-anak asyik scroll media sosial,” ujar Sovia kepada Garda45.com, Selasa (3/2/2026).

Dukungan tersebut sejalan dengan kebijakan yang sebelumnya dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, melalui Surat Edaran Nomor 800.1.10/365/Disdik/2026 tentang pembatasan penggunaan handphone di lingkungan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Sovia pun mendorong agar kebijakan serupa segera diadopsi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

“Karena Pemprov Riau sudah lebih dulu mengeluarkan kebijakan ini, saya berharap Pemko Pekanbaru juga bisa segera menerapkannya, terutama di tingkat SD dan SMP,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pembatasan handphone bukan berarti menutup ruang pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Namun, diperlukan pengaturan yang tegas agar penggunaan gawai tidak mengganggu jalannya pembelajaran di kelas.

“Teknologi tetap penting, tapi harus digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan pembelajaran. Di luar jam belajar tentu bisa dimanfaatkan, namun saat di kelas fokus anak-anak harus benar-benar ke pelajaran,” jelas Sovia.

Legislator perempuan dua periode ini optimistis, jika kebijakan pembatasan penggunaan handphone diterapkan secara konsisten, maka kualitas pendidikan di Pekanbaru akan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Kalau anak-anak lebih fokus belajar, kualitas pendidikan kita juga pasti akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *