Hukrim

Korban ABK Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian di Perairan Bengkalis

26
×

Korban ABK Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian di Perairan Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi jenazah ABK KM Makmur Jaya 89 di perairan Bengkalis setelah ditemukan pada hari ketiga pencarian. (Foto : G45/Ivan)

BENGKALIS | Garda45.com –  Korban anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 bernama Rapat (38), warga Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, berjarak sekitar 3 nautical mile (NM) dari titik lokasi awal kejadian. Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, Kamis (8/1/2026).

Menurut Budi, peristiwa kecelakaan laut itu terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun laporan resmi baru diterima Kantor SAR Pekanbaru pada Senin (5/1/2026) pukul 13.50 WIB, setelah korban tidak ditemukan di atas kapal.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat terbangun dari tidur bersama seorang rekan sesama ABK. Korban kemudian meminta tepung untuk memasak. Saat rekannya pergi mengambil tepung dan kembali, korban sudah tidak berada di tempat.

Seluruh ABK yang berjumlah lima orang sempat melakukan pencarian di seluruh bagian kapal. Namun hingga penyisiran selesai, korban tidak ditemukan dan diduga kuat terjatuh ke laut.

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti diberangkatkan ke lokasi kejadian pada Senin (5/1/2026) sore. Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan sekitar lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Operasi pencarian berlangsung selama tiga hari sesuai rencana operasi SAR. Hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketiga di koordinat 01°28’42″N 102°39’34″E dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke pulau terdekat, yakni Desa Teluk Lancar. Tim SAR Gabungan tiba di desa tersebut pada pukul 23.30 WIB dengan sejumlah kendala di lapangan, di antaranya cuaca buruk dan gangguan komunikasi.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada aparat Desa Teluk Lancar untuk proses penjemputan oleh pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada Rabu (7/1/2026) pukul 23.50 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *