BENGKALIS | Garda45.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Meskom menyatakan kesiapan penuh mendukung pengembangan Program Kampung Nelayan setelah Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bengkalis bersama Dinas Perikanan melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diusulkan, Kamis (8/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan lahan serta memetakan potensi sektor perikanan yang dimiliki Desa Meskom, termasuk kebutuhan riil masyarakat nelayan di wilayah pesisir. Program Kampung Nelayan diproyeksikan menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus penataan kawasan pesisir secara terpadu.
Penjabat Kepala Desa Meskom, Susi Nelda, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap desa yang dipimpinnya. Ia menegaskan, Pemdes Meskom telah menyiapkan lokasi dan berharap program tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Tim Percepatan Pembangunan sudah meninjau langsung lokasi yang kami usulkan. Kami berharap Kampung Nelayan ini benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, terutama nelayan tradisional,” ujar Susi Nelda.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Muhamad Azmir, menyatakan Program Kampung Nelayan dirancang untuk mendorong kemandirian nelayan, meningkatkan produktivitas perikanan, serta menciptakan kawasan pesisir yang tertata dan berkelanjutan.
“Program ini difokuskan pada kepentingan masyarakat nelayan. Kawasan pesisir tidak hanya menjadi pusat produksi perikanan, tetapi juga tertib, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Azmir.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, Kampung Nelayan Desa Meskom dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sesuai perencanaan.
“Kami optimistis, dengan kerja sama yang baik, Kampung Nelayan di Desa Meskom dapat terwujud dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan lapangan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Muhamad Azmir, Yuhelmi, Sofyan, Zulkarnain, mantan anggota DPRD Bengkalis Ruby Handoko alias Akok, Pj Kepala Desa Meskom Susi Nelda beserta Sekretaris Desa, Ketua BPD Abu Talib, para kepala dusun, serta tokoh masyarakat setempat.









