Pemerintah

APBD 2026 Pekanbaru Prioritaskan Drainase, Jalan Tetap Digarap

15
×

APBD 2026 Pekanbaru Prioritaskan Drainase, Jalan Tetap Digarap

Sebarkan artikel ini
Petugas Dinas PUPR Pekanbaru melakukan normalisasi drainase induk dengan mengangkat sedimen dan sampah, Senin (12/1/26). (Foto : G45/KZ)

PEKANBARU | Garda45.com Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memacu upaya pengendalian banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah rawan. Pada Tahun Anggaran 2026, perbaikan dan penataan sistem drainase menjadi fokus utama melalui alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa renovasi dan perbaikan drainase menjadi prioritas kebijakan anggaran Pemko sebagai langkah strategis menghadapi tingginya curah hujan. Penataan drainase dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar sistem aliran air berfungsi optimal.

“Perbaikan drainase menjadi prioritas utama dalam postur anggaran kami. Namun, perbaikan jalan tetap berjalan,” kata Markarius Anwar, Senin (12/1/2026).

Dalam APBD 2026, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran hampir Rp100 miliar khusus untuk penanganan drainase. Nilai tersebut hampir setara dengan anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan pada tahun anggaran berjalan.

Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan mengacu pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh Pemko Pekanbaru. Dengan pedoman tersebut, penataan drainase dilakukan secara terintegrasi agar mampu mengalirkan air secara maksimal saat hujan deras.

Tahapan pekerjaan akan dimulai dari pembenahan saluran drainase berukuran besar sebagai jalur utama aliran air. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke drainase skala kecil di lingkungan permukiman warga.

“Kami mulai dari saluran besar sebagai jalur utama aliran air, lalu dilanjutkan ke drainase yang lebih kecil agar sistemnya terhubung dan berfungsi optimal,” jelas Markarius.

Selain perbaikan fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru juga rutin melakukan normalisasi drainase induk di sejumlah titik. Kegiatan tersebut meliputi pengangkatan sampah dan sedimen yang selama ini menghambat aliran air dan menjadi salah satu penyebab banjir saat curah hujan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *