Ekonomi

Jatmiko Paparkan Kunci Lonjakan PalmCo: Integritas, Kepatuhan SOP, dan Prestasi Nyata

9
×

Jatmiko Paparkan Kunci Lonjakan PalmCo: Integritas, Kepatuhan SOP, dan Prestasi Nyata

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa saat memaparkan strategi penguatan kinerja PalmCo dalam forum RJPP 2026–2030 PTPN III (Persero). (G45/firm)

JAKARTA |Garda45.com – Strategi transformasi yang dijalankan PTPN Group menuju perusahaan agribisnis modern berbasis teknologi menunjukkan hasil nyata sepanjang 2025. Dalam periode tersebut, PTPN IV PalmCo disebut tampil sebagai entitas dengan pertumbuhan tercepat sekaligus kinerja paling solid di antara seluruh anak usaha Holding Perkebunan PTPN III (Persero).

Capaian itu disampaikan dalam pemaparan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 PTPN III (Persero) yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Pada forum strategis tersebut, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menyoroti performa PalmCo sebagai contoh konkret efektivitas transformasi bisnis PTPN Group.

Denaldy bahkan meminta Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa untuk memaparkan langsung strategi utama yang mendorong akselerasi kinerja perusahaan sawit tersebut.

Menurut Jatmiko, lonjakan PalmCo bukan dipicu formula bisnis yang rumit, melainkan konsistensi menjalankan prinsip dasar perusahaan secara disiplin dan menyeluruh.

“Sejak awal saya menekankan hal-hal mendasar. Tidak banyak, tapi harus dijalankan dengan konsisten,” kata Jatmiko, minggu (25/1/26).

Ia menegaskan, ada tiga prinsip utama yang menjadi fondasi pengelolaan PalmCo, yakni integritas dan kejujuran, kepatuhan penuh terhadap standar operasional, serta orientasi pada prestasi nyata, bukan pencitraan.

Dalam implementasinya, PalmCo memperkuat budaya keterbukaan, terutama pada level operasional. Jatmiko menilai bisnis perkebunan sangat bergantung pada data lapangan yang akurat untuk menopang pengambilan keputusan strategis.

“Keputusan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang jujur. Kami minta seluruh laporan disampaikan sesuai kondisi sebenarnya di kebun,” ujarnya.

PalmCo juga mengarahkan fokus dari sekadar mengejar volume produksi menuju profitabilitas berkelanjutan. Setiap capaian operasional dinilai dari kontribusinya terhadap kesehatan keuangan perusahaan.

“Kinerja bukan soal terlihat bagus di atas kertas, tapi bagaimana perusahaan benar-benar menghasilkan nilai dan laba,” tegasnya.

Pendekatan tersebut diperkuat lewat disiplin operasional di seluruh unit kebun. PalmCo menerapkan Best Management Practices secara konsisten, termasuk pengawasan ketat terhadap standar kematangan panen tandan buah segar.

Langkah ini diarahkan untuk menjaga rendemen minyak sawit mentah (CPO) pada level optimal sekaligus memperkuat margin usaha. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran penting dari orientasi kuantitas menuju optimalisasi kualitas dan efisiensi.

“Setiap kilogram buah harus memberi hasil terbaik. Di situlah daya saing dan keuntungan perusahaan dibangun,” kata Jatmiko.

Selain aspek produksi, manajemen PalmCo turut memperketat pengendalian biaya. Setiap pengeluaran dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap laba per hektare, sehingga budaya efisiensi diterapkan hingga ke lini terdepan operasional.

Pasca konsolidasi PTPN Group, PalmCo juga melakukan penataan pola kerja internal. Sekat antarunit dikurangi untuk menciptakan organisasi yang lebih lincah, kolaboratif, dan responsif menghadapi dinamika industri sawit global.

“Kinerja tidak bisa dicapai secara parsial. Semua unit harus bergerak sebagai satu kesatuan, tanpa ego sektoral,” ujarnya.

Meski mencatatkan kinerja terbaik sepanjang 2025, PalmCo menyatakan capaian tersebut bukan titik akhir. Manajemen menyebut hasil itu menjadi pijakan untuk mendorong peningkatan yang lebih tinggi.

“Prestasi hanyalah titik awal. Jika proses dijalankan dengan benar dan memberi nilai tambah, reputasi akan datang dengan sendirinya,” kata Jatmiko.

Sementara itu, Denaldy menilai langkah PalmCo sejalan dengan visi besar PTPN Group untuk menjadi world-class smart agribusiness company. Transformasi tersebut bertumpu pada penguatan SDM unggul atau EntrePlanters, peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta kecepatan pengambilan keputusan.

“Produktivitas dan efisiensi adalah fondasi, tetapi kecepatan eksekusi menjadi pembeda. PalmCo membuktikan bahwa penguatan fundamental yang dijalankan dengan cepat bisa menghasilkan lonjakan kinerja,” ujar Denaldy.

Kinerja PalmCo sepanjang 2025 dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transformasi struktural dan kultural di tubuh PTPN Group mulai menghasilkan dampak bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *