Pemerintah

Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi Dimulai, Wako Agung Pastikan Struktur Cagar Budaya Tak Diubah

15
×

Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi Dimulai, Wako Agung Pastikan Struktur Cagar Budaya Tak Diubah

Sebarkan artikel ini
Kawasan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi di tepian Sungai Siak. (G45/fir)

PEKANBARU | Garda45.com – Kawasan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, mulai direvitalisasi. Proses revitalisasi ini dibantu pihak swasta, dengan penekanan utama: keaslian bangunan tidak boleh berubah.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan revitalisasi dilakukan tanpa menyentuh struktur utama rumah singgah tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya melestarikan cagar budaya sekaligus memperkuat nilai sejarah yang melekat di kawasan Senapelan.

“Revitalisasi sudah berjalan, inilah yang bisa dilakukan untuk melestarikan cagar budaya,” kata Agung, Minggu (25/1/2026).

Agung menegaskan, status Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai cagar budaya membuat pemerintah tidak memiliki ruang untuk mengubah struktur bangunan. Perubahan hanya dilakukan pada bagian isi dan penataan interior agar fungsi edukasi sejarah lebih terasa.

“Hanya isi dalamnya ditambah, selama ini tidak ada. Kini sudah ada, setelah kita berkoordinasi dengan beberapa museum di Indonesia,” ujarnya.

Hasil revitalisasi mulai terlihat dari bagian dalam rumah singgah yang kini memiliki koleksi benda-benda vintage. Kehadiran benda antik tersebut memperkaya suasana tempo dulu dan menambah daya tarik bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru Akmal Khairi menyampaikan bahwa revitalisasi turut mendapat dukungan dana dari Bank Indonesia sebesar Rp200 juta.

Ia menyebutkan bantuan tersebut berupa 78 item yang terdiri dari benda antik hingga diorama.

“Berupa benda untuk menambah koleksi dalam Rumah Singgah Tuan Kadi,” jelas Akmal.

Menurut Akmal, koleksi tersebut bukan sekadar pelengkap pajangan, melainkan bagian penting untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Rumah Singgah Tuan Kadi. Ia menilai, benda-benda vintage yang dikoleksi tergolong langka dan memiliki nilai edukasi kuat, terutama bagi generasi muda yang ingin memahami jejak sejarah Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *