Pemerintah

Enam Daerah di Riau Terbakar, Pemprov dan Forkopimda Perketat Pencegahan Karhutla

15
×

Enam Daerah di Riau Terbakar, Pemprov dan Forkopimda Perketat Pencegahan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Riau, SF Haryanto. (G45/Afdal)

PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring mulai masuknya masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Langkah antisipasi dilakukan lebih awal guna menekan risiko kebakaran meluas di sejumlah wilayah rawan.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla secara terpadu.

“Untuk antisipasi Karhutla, kami sudah membahas bersama Forkopimda Riau. Upaya-upaya pencegahan langsung dilakukan bersama,” ujar Hariyanto, Rabu (28/1).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan melalui cara pembakaran, yang berpotensi memicu kebakaran besar saat kondisi cuaca mulai mengering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD Damkar Provinsi Riau mencatat telah terjadi Karhutla di enam daerah di Provinsi Riau. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan bahwa seluruh kejadian Karhutla tersebut saat ini telah berhasil ditangani dan masuk ke tahap pendinginan.

“Memang ada beberapa titik kebakaran, namun alhamdulillah sudah padam. Ada yang padam total, dan sebagian masih dilakukan proses pendinginan,” jelas Edy Afrizal.

BPBD Riau terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan tidak terjadi kebakaran lanjutan, terutama di wilayah yang masih menjalani proses pendinginan dan dinilai rawan munculnya titik api baru.

“Koordinasi terus dilakukan agar tidak ada kebakaran susulan, khususnya di lokasi yang masih dalam tahap pendinginan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *