MERANTI | Garda45.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti merespons cepat taklimat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penanganan persoalan sampah secara nasional. Instruksi tersebut menekankan keterlibatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), kementerian dan lembaga, TNI/Polri, hingga pihak swasta untuk melakukan aksi kerja bakti bersama atau korvei secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (6/2/2026). Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM, MM, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, instansi vertikal, BUMN, serta seluruh lembaga terkait di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
Dalam rapat tersebut disepakati kebijakan wajib korvei selama 30 menit sebelum jam kerja dimulai. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh kantor pemerintahan serta perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti dan akan diperkuat melalui penerbitan surat edaran resmi.
“Ini kita lakukan untuk menindaklanjuti taklimat Presiden RI pada Rakornas 2026 lalu, sebagai langkah nyata menuntaskan persoalan sampah,” ujar Wakil Bupati Muzamil.
Sebagai tahap awal sekaligus bentuk sosialisasi kepada masyarakat, aksi korvei perdana akan dipusatkan di kawasan Pantai Dorak pada Sabtu pagi (7/2/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan perwakilan ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, BUMN, pihak swasta, pelajar, Pramuka, Satgas Sampah, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, TNI dan Polri akan menurunkan sekitar satu kompi personel atau sekitar 30–40 orang. Sementara itu, setiap OPD, kecamatan, serta kelurahan dan desa diminta mengirimkan minimal 10 orang perwakilan. Ketentuan serupa juga berlaku bagi BUMN, perusahaan swasta, sekolah tingkat SMA, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya gerakan bersama melawan sampah yang dinilainya sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan.
“Saat ini kita harus menyatakan perang dengan sampah. Sampah adalah bencana dan sumber penyakit. Semua pihak harus berbuat untuk membersihkan lingkungan,” tegas Presiden.
Muzamil menambahkan, sesuai arahan Presiden, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu dinas teknis semata, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan dengan caci maki atau teriak-teriak. Harus ada aksi nyata. Korvei ini adalah bentuk tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan korvei merupakan sarana edukasi dan keteladanan bagi masyarakat. Menurutnya, memungut sampah bukanlah tindakan yang merendahkan martabat, melainkan wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bagian dari nilai keimanan.
“Jangan malu mengambil sampah. Ini bukan sesuatu yang merendahkan, justru bentuk kepedulian. Mari mulai dari hal kecil untuk mewujudkan Meranti yang bersih,” ajaknya.
Diketahui, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa persoalan sampah harus segera dituntaskan demi menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, sejalan dengan semangat Indonesia Indah. Presiden juga mengingatkan dampak langsung persoalan sampah terhadap berbagai sektor, khususnya pariwisata.
“Sektor yang paling mudah menyerap tenaga kerja adalah pariwisata. Namun pariwisata tidak akan berkembang jika lingkungannya kotor. Wisatawan tidak akan datang,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Kepulauan Meranti berencana melanjutkan aksi korvei di sejumlah titik lain yang dinilai rawan sampah, seperti pelabuhan, pasar tradisional, dan kawasan publik lainnya, sebagai upaya berkelanjutan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.











