Peristiwa

Harimau Sumatera Muncul di Perkebunan Sawit Sungai Apit, BBKSDA Turun Tangan

34
×

Harimau Sumatera Muncul di Perkebunan Sawit Sungai Apit, BBKSDA Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter yang ditemukan di area perkebunan sawit Desa Teluk Masjid. (Foto : G45/Van).

SIAK | Garda45.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kabar adanya warga diterkam Harimau Sumatera di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Hasil pengecekan di lapangan memastikan tidak terjadi serangan, melainkan perjumpaan langsung antara manusia dan satwa liar dilindungi tersebut.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan klarifikasi dilakukan setelah tim turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

“Tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera,” kata Ujang, Sabtu (10/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid. Saat itu, seorang warga bernama Zulfikar hendak menyusul dua rekannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.

Zulfikar sempat melihat sorot mata dari kejauhan dan mengira itu adalah sapi. Namun setelah diarahkan cahaya senter, terlihat seekor Harimau Sumatera berjarak sekitar empat meter, terpisah oleh sebuah parit.

“Menyadari itu harimau, yang bersangkutan langsung menjauh dan menyelamatkan diri ke pondok pekerja koperasi. Ia juga segera memperingatkan dua rekannya agar berlindung,” jelas Ujang.

BBKSDA Riau juga membantah informasi yang menyebutkan adanya banyak sapi yang dilepas di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan konfirmasi dengan pemerintah desa, ternak tersebut tidak berada di area perjumpaan dengan harimau.

Dalam pengecekan lapangan, tim BBKSDA Riau bersama perangkat desa menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter. Jejak tersebut diperkirakan berasal dari satu individu dan ditemukan pada koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur.

“Lokasi perjumpaan berada di kawasan APL perkebunan sawit. Sementara arah jejak mengarah ke kawasan Hutan Produksi dengan jarak sekitar empat kilometer,” ungkap Ujang.

Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat serta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas sendirian, sebaiknya berkelompok, serta menghindari aktivitas pada waktu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera,” ujarnya.

BBKSDA Riau juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila kembali menemukan tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut.

“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *