Pemerintah

Wako dan Wawako Pekanbaru Resmi Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

24
×

Wako dan Wawako Pekanbaru Resmi Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar berfoto bersama usai dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci pada Pelantikan PW XXV Tapak Suci Riau Periode 2025–2030, Sabtu (10/1/2026). (Foto : G45/Afdal)

PEKANBARU | Garda45.com – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, resmi dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci dalam Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah XXV Tapak Suci Riau Periode 2025–2030, Sabtu (10/1/2026).

Pengukuhan tersebut menandai pengakuan Tapak Suci terhadap komitmen kepemimpinan daerah dalam mendukung pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai moral generasi muda melalui olahraga dan seni bela diri.

Wali Kota Agung Nugroho menyebut gelar kehormatan itu bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab moral. Menurutnya, pendekar sejati tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga teguh memegang prinsip dan nilai.

“Ini sebuah kehormatan besar bagi kami, namun juga pengingat bahwa pendekar sejati bukan hanya kuat menghadapi lawan, melainkan kuat menjaga prinsip,” ujar Agung.

Agung menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru terbuka untuk bersinergi dengan Tapak Suci, khususnya dalam pembinaan generasi muda. Ia berharap Tapak Suci terus menjadi ruang pendidikan karakter, tempat lahirnya pendekar yang tidak hanya tangguh, tetapi juga beriman dan berakhlak.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mengucapkan selamat kepada jajaran Pengurus Pimpinan Wilayah XXV Tapak Suci Riau yang baru dilantik. Ia menilai pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian struktur organisasi.

“Ini bukan hanya seremoni, apalagi sekadar ganti kepengurusan. Ini amanah besar untuk membawa Tapak Suci semakin maju dan relevan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa Tapak Suci memiliki peran strategis di tengah tantangan generasi saat ini. Nilai disiplin, keberanian, kejujuran, dan akhlak mulia yang diajarkan Tapak Suci dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Tapak Suci bukan hanya soal jurus dan gelanggang. Ini adalah pendidikan karakter yang sangat kita butuhkan hari ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *