Pemerintah

SLB Santa Lusia Berdiri Megah dari Dana Umat, Wali Kota Pekanbaru: Ini Pelajaran Berharga

45
×

SLB Santa Lusia Berdiri Megah dari Dana Umat, Wali Kota Pekanbaru: Ini Pelajaran Berharga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat meresmikan Gedung SLB Santa Lusia di Kecamatan Rumbai, Sabtu (10/1/2026). (Foto : G45/Kominfo).

PEKANBARU | Garda45.com – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Santa Lusia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lusia di Jalan Umban Sari Atas, Kecamatan Rumbai, Sabtu (10/1/2026). Kehadiran sekolah ini dinilai menjadi solusi konkret bagi pemenuhan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus di Kota Pekanbaru.

Agung mengaku terkejut saat pertama kali meninjau langsung kawasan SLB Santa Lusia. Ia tidak menyangka sebuah sekolah luar biasa dapat berdiri dengan bangunan megah, tertata rapi, dan berstandar representatif, meski seluruh pembangunannya bersumber dari partisipasi masyarakat.

Berdasarkan pemaparan panitia pembangunan, gedung SLB Santa Lusia dibangun dengan anggaran sekitar Rp12 miliar yang seluruhnya berasal dari sumbangan umat dan para donatur. Menurut Agung, angka tersebut jauh lebih efisien dibandingkan jika pembangunan dilakukan menggunakan anggaran pemerintah.

“Kalau bangunan seperti ini dikerjakan pemerintah, anggarannya bisa mencapai Rp30 sampai Rp40 miliar. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami, bahwa sinergi, keikhlasan, dan gotong royong mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan efisien,” ujar Agung.

Efisiensi pembangunan tersebut tidak terlepas dari peran aktif para donatur yang menyumbangkan berbagai kebutuhan, mulai dari material bangunan hingga perlengkapan interior. Agung menilai praktik semacam ini patut dijadikan contoh dalam pembangunan fasilitas publik.

“Dengan keterlibatan banyak pihak, pembangunan bisa terhindar dari praktik tidak sehat dan benar-benar berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, Agung menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Santa Lusia, para pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh donatur yang telah mewujudkan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Selama ini, keberadaan SLB masih tergolong minim dan kurang mendapat perhatian.

Ia juga menekankan bahwa SLB Santa Lusia terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.

“Yang membanggakan, SLB ini bukan hanya untuk umat Katolik, tapi terbuka untuk semua. Ini wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak kita,” kata Agung.

Terkait perizinan, Agung menegaskan komitmen Pemko Pekanbaru untuk membantu percepatan proses administrasi, meski kewenangan SLB berada di tingkat Pemerintah Provinsi Riau. Ia memastikan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan dituntaskan dalam satu hari kerja.

“Saya pastikan, Senin nanti izin PBG selesai dalam satu hari,” ujarnya.

Agung juga mengungkapkan bahwa peresmian SLB Santa Lusia telah lama dinantikannya. Ia bahkan rela meninggalkan agenda rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menghadiri peresmian tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para suster dan tenaga pendidik.

Menurutnya, mendidik dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang luar biasa.

“Anak-anak yang luar biasa ini membutuhkan pendamping yang juga luar biasa. Pengabdian para suster dan pendidik adalah amal besar yang nilainya tak terukur,” pungkas Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *