Pemerintah

Instruksi Plt Gubernur Ditindaklanjuti, PUPR-PKPP Riau Tambah Regu Perbaikan Jalan

16
×

Instruksi Plt Gubernur Ditindaklanjuti, PUPR-PKPP Riau Tambah Regu Perbaikan Jalan

Sebarkan artikel ini
Proses penambalan jalan berlubang oleh tim PUPR-PKPP Provinsi Riau sebagai tindak lanjut instruksi Plt Gubernur Riau terkait percepatan perbaikan infrastruktur. (Foto : G45/KZ).

PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) bergerak cepat merespons instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, terkait percepatan penanganan jalan rusak dan berlubang di berbagai wilayah.

Sebagai tindak lanjut, PUPR-PKPP membentuk tim percepatan perbaikan infrastruktur jalan. Tim tersebut mulai bekerja dengan melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi jalan melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) di seluruh kabupaten/kota.

Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Thomas Larfo Dimiera, mengatakan pendataan kerusakan saat ini sedang berjalan di lapangan. Inventarisasi dilakukan untuk memetakan tingkat kerusakan serta kebutuhan teknis penanganannya.

“Arahan pimpinan sudah kita tindaklanjuti. Sekarang sedang diinventarisasi oleh kawan-kawan UPTJJ,” ujar Thomas di Pekanbaru, Senin (12/1/2026).

Menurut Thomas, hasil inventarisasi tidak hanya memuat titik-titik jalan berlubang, tetapi juga menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran, alat berat, dan sumber daya manusia. Penambahan regu kerja di setiap UPTJJ dipastikan berdampak langsung pada kebutuhan operasional.

Sejauh ini, beberapa UPTJJ telah menambah dua hingga tiga regu kerja tambahan. Namun, jumlah final tim percepatan masih dalam proses penghitungan dan ditargetkan rampung dalam pekan ini.

“Finalnya pekan ini kita baru dapat kepastian berapa tim kebutuhan UPT, dan itu masih dihitung menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” jelas Thomas.

Langkah percepatan perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kondisi jalan yang layak dinilai krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang serta jasa.

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto secara terbuka menyoroti minimnya jumlah regu kerja sebagai salah satu penyebab lambannya penanganan jalan rusak. Ia mendorong setiap UPTJJ menambah regu secara signifikan agar pekerjaan dapat dilakukan secara simultan.

“Kalau perlu ada lima regu, enam regu, bahkan sepuluh regu. Satu regu diberi target 10 sampai 15 kilometer, jadi pekerjaannya bisa berjalan bersamaan,” tegas SF Hariyanto.

Ia juga mengingatkan agar jajaran teknis tidak ragu menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk menyewa alat berat dari pihak ketiga bila diperlukan. Menurutnya, manajemen perbaikan yang cepat dan tepat jauh lebih penting demi keselamatan pengguna jalan.

SF Hariyanto menegaskan bahwa percepatan ini dilandasi keprihatinan terhadap tingginya risiko kecelakaan akibat jalan rusak. Keselamatan masyarakat, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan infrastruktur.

“Saya kasihan kalau masyarakat lewat jalan seperti itu. Kalau sampai ada yang jatuh, kecelakaan, bahkan meninggal, tentu itu sangat menyedihkan,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) bergerak cepat merespons instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, terkait percepatan penanganan jalan rusak dan berlubang di berbagai wilayah.

Sebagai tindak lanjut, PUPR-PKPP membentuk tim percepatan perbaikan infrastruktur jalan. Tim tersebut mulai bekerja dengan melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi jalan melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) di seluruh kabupaten/kota.

Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Thomas Larfo Dimiera, mengatakan pendataan kerusakan saat ini sedang berjalan di lapangan. Inventarisasi dilakukan untuk memetakan tingkat kerusakan serta kebutuhan teknis penanganannya.

“Arahan pimpinan sudah kita tindaklanjuti. Sekarang sedang diinventarisasi oleh kawan-kawan UPTJJ,” ujar Thomas di Pekanbaru, Senin (12/1/2026).

Menurut Thomas, hasil inventarisasi tidak hanya memuat titik-titik jalan berlubang, tetapi juga menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran, alat berat, dan sumber daya manusia. Penambahan regu kerja di setiap UPTJJ dipastikan berdampak langsung pada kebutuhan operasional.

Sejauh ini, beberapa UPTJJ telah menambah dua hingga tiga regu kerja tambahan. Namun, jumlah final tim percepatan masih dalam proses penghitungan dan ditargetkan rampung dalam pekan ini.

“Finalnya pekan ini kita baru dapat kepastian berapa tim kebutuhan UPT, dan itu masih dihitung menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” jelas Thomas.

Langkah percepatan perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kondisi jalan yang layak dinilai krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang serta jasa.

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto secara terbuka menyoroti minimnya jumlah regu kerja sebagai salah satu penyebab lambannya penanganan jalan rusak. Ia mendorong setiap UPTJJ menambah regu secara signifikan agar pekerjaan dapat dilakukan secara simultan.

“Kalau perlu ada lima regu, enam regu, bahkan sepuluh regu. Satu regu diberi target 10 sampai 15 kilometer, jadi pekerjaannya bisa berjalan bersamaan,” tegas SF Hariyanto.

Ia juga mengingatkan agar jajaran teknis tidak ragu menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk menyewa alat berat dari pihak ketiga bila diperlukan. Menurutnya, manajemen perbaikan yang cepat dan tepat jauh lebih penting demi keselamatan pengguna jalan.

SF Hariyanto menegaskan bahwa percepatan ini dilandasi keprihatinan terhadap tingginya risiko kecelakaan akibat jalan rusak. Keselamatan masyarakat, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan infrastruktur.

“Saya kasihan kalau masyarakat lewat jalan seperti itu. Kalau sampai ada yang jatuh, kecelakaan, bahkan meninggal, tentu itu sangat menyedihkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *