SMPN 3 Bantan Laksanakan Proses Belajar Tatap Muka, Siswa Sambut Dengan Sangat Antusias

BANTAN, Garda45.com – Hampir seluruh sekolah di wilayah Kaupaten Bengkalis laksanakan belajar mengajar tatap muka, Kebijakan ini diambil setelah kabupaten bengkalis sudah masuk dalam rambu Rambu zona hijau covid 19.Sebab dampak covid pada saat ini terus menurun.

Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bengkalis siswa-siswi murid murid SMA , SMP, SD , Madrasah Aliyah , Tsanawiah , telah melaksanakan proses belajar-mengajar tatap muka .Salah satunya SMPN -3 Bantan kec.Bantan .Dalam hal ini Bagi siswa-siswi murid sekolah merupakan momen pertama sekolah pasca pandemi Covid-19. Yang tidak dapat dipastikan kapan masa berakhirnya.

Para siswa terlihat sangat antusias masuk sekolah meskipun belajarnya hanya satu jam. Selain karna sudah lama bosan belajar dirumah dengan sistem daring. Kini mereka sudah bisa belajar kembali bersekolah bertemu dengan teman teman “Senang, akhirnya bisa sekolah lagi. Ketemu dengan teman-teman,” kata salah seorang siswa, Senin (1/3/2021)

Mereka berharap, wabah virus pandemi Covid-19 segera hilang sehingga ahirnya bisa belajar normal kembali seperti biasanya. Menurutnya lebih senang belajar di sekolah daripada belajar secara daring di rumah.“Lebih mudah jikalau belajar dengan teman-teman di sekolah dibandingkan sistim online. Jadi seneng bisa sekolah lagi,”tuturnya.

Kepala Sekolah SMPN-3 Bantan SUPA’AT MP.d mengatakan, keputusan sekolah tatap muka diambil dengan beberapa pertimbangan,sesuai surat edaran pemerintah dan pemerintah daerah. Salah satunya wilayah Kecamatan kecamatan bantan sudah masuk zona hijau.“Covid-19 terus menurun.Karena itu hampir seluruh sekolah di buka. Namun dengan tetap melakukan pembatasan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Beberapa di antaranya wajib menggunakan masker, menjaga jarak dengan disiplin dan harus terus mengikuti protokol kesehatan selama di lingkungan sekolah. “Karena harus dibatasi serta menjaga jarak .Siswa yang masuk diatur secara bergantian. Dibagi waktu pertiap-tiap kelas. Sehingga pulang dan pergi antara kelas 7, 8 ,9 tidak bertemu,”ungkap Supa’at, MP.d Kepala SMPN 3 Bantan.

Pada jam pagi pertama masuk terlebih dahulu siswa masuk kelas adalah siswa kelas 9 selama satu jam. Belajar dimulai pukul 08.00 wib. Setelah itu setengah jam kemudian setelah kelas 9 pulang baru giliran siswa kelas 8 .setelah satu jam belajar selesai setengah jam kemudian setelah pulang giliran berikutnya terahir siswa kelas 7 dan seterusnya.Waktu yang singkat tersebut digunakan oleh guru guru untuk menjelaskan materi pelajaran yang belum dipahami oleh siswa selama belajar secara daring.

Lebih jauh Kepala sekolah SMPN-3 Bantan SUPA’AT MP.d menjelaskan bahwa secara umum belajar tatap muka terbatas ini lebih baik daripada belajar sistim Daring/Luring dari rumah karna dengan belajar tatap muka paling tidak Guru bersama siswa dapat berinteraksi langsung sehingga proses belajar mengajarnya tentunya sangat lebih efektip didalam penyerapan materi pelajaran ketimbang dengan sistem Online.”Ungkapnya.

Adapun kendala diluar perlunya kerjasama para pihak dan orang tua murid serta lingkungan sekitar untuk saling mengawasi agar para siswa lebih sadar dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan untuk selalu memakai masker ditempat tempat umum ketika sesudah pulang dari sekolah.Pihak sekolah secara terus menerus selalu mengingatkan agar siswa tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Harapan Kepala sekolah SMPN-3 SUPA’AT MP.d. Mudah mudahan upaya pemerintah dalam menangani covid 19 selama ini berhasil dan bencana virus cepat hilang.sehingga nantinya pada tahun ajaran 2021/2022 seluruh siswa bisa belajar seutuhnya sebagaimana sebelum adanya Pandemi Corona virus.

Penulis : Wintoro
Editor : Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *