Bandar Laksamana, Garda45.com – Gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Bengkalis meninggalkan pemandangan tak biasa pada Jumat pagi. Ratusan warga Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, berkerumun di pesisir pantai, mengais sisa muatan kapal sembako yang karam di perairan tersebut.
Kapal layar motor (KLM) Prima Setia GT 170, yang berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dilaporkan mengalami kecelakaan laut sejak Kamis (22/1) malam. Cuaca buruk memaksa kapal kandas dan akhirnya tenggelam di perairan Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana, pada Jumat (23/1) dini hari.
Menjelang pagi, kabar karamnya kapal cepat menyebar. Sekitar pukul 08.30 WIB, warga Sepahat dan sekitarnya berbondong-bondong mendatangi pantai. Dengan karung besar berkapasitas hingga 50 kilogram, mereka mengumpulkan barang-barang sembako yang hanyut terbawa arus pasang ke tepian laut.
Mi instan, peralatan rumah tangga, hingga barang pecah belah menjadi sasaran utama warga. Arus laut yang terus menghempaskan sisa muatan ke pantai menciptakan suasana hiruk-pikuk, seolah rezeki tak terduga datang bersamaan dengan musibah di laut.
“Ada kapal karam semalam. Paginya warga Sepahat seperti ketiban durian runtuh, ramai-ramai ke pantai mengumpulkan barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Maisarah, salah seorang pengunjung Pantai Sepahat, Jumat (23/1).
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, KLM Prima Setia diduga tak mampu bertahan setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang saat melintasi perairan Selat Bengkalis.
Kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK). Beruntung, seluruh kru berhasil menyelamatkan diri, meski sebagian besar muatan kapal tak tertolong dan hanyut ke laut.
“Benar, kapal dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang mengalami karam sekitar pagi tadi. Jumlah kru tujuh orang dan semuanya selamat,” kata Kabag Ops SAR Bengkalis, Johan, saat dikonfirmasi.
Mendapat laporan kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, dan Kepolisian, dibantu nelayan setempat, segera bergerak melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian.
“Kapal pembawa sembako tenggelam setelah diterjang gelombang di perairan Desa Sepahat. Alhamdulillah seluruh kru selamat dan kapal berhasil ditangani,” ujar Danposal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya.
Salah seorang ABK KLM Prima Setia, Ujang, menuturkan kapal bertolak dari Tanjung Balai Asahan sejak Rabu (21/1). Cuaca mulai memburuk ketika kapal memasuki perairan Selat Motong, Rupat.
“Angin semakin kencang saat masuk Selat Bengkalis. Kapal tak mampu melawan gelombang hingga akhirnya karam.
Sebagian muatan yang sempat diamankan masih berada di dalam kapal. Namun, banyak barang lainnya telah hanyut dan menjadi rebutan warga. Meski demikian, bagi para ABK, keselamatan jiwa menjadi hal paling berharga dari peristiwa nahas tersebut.” ungkapnya.**










